Golongan Darah A dan B Ternyata Lebih Rentan Diabetes Tipe 2, Ini Temuan Ilmiahnya
GOLONGAN darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta yang jauh lebih serius, golongan darah tertentu ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis, termasuk Diabetes Tipe 2.
Sebuah studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 80.000 perempuan dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Diabetologia menemukan bahwa pemilik golongan darah A dan B memiliki risiko lebih tinggi terkena Diabetes Tipe 2 (T2D) dibandingkan golongan darah O.
Golongan Darah B+ Paling Berisiko
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Guy Fagherazzi dan Dr. Françoise Clavel-Chapelon menunjukkan bahwa golongan darah B dengan Rhesus positif (B+) berada di posisi risiko tertinggi.
Hasilnya cukup mencolok:
- Pemilik golongan darah B+ memiliki risiko 35% lebih tinggi terkena Diabetes Tipe 2 dibandingkan golongan darah O negatif (O-).
Berikut rincian peningkatan risiko diabetes dibandingkan golongan darah O (yang dikenal sebagai donor universal):
- Golongan Darah B: Risiko meningkat 21%
- Golongan Darah A: Risiko meningkat 10%
- Golongan Darah AB: Risiko meningkat 17% (namun masih memerlukan konfirmasi statistik lanjutan)
Mengapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?
Meski mekanisme pastinya masih terus diteliti, para ilmuwan mengidentifikasi beberapa faktor biologis yang diduga menjadi penghubung antara golongan darah dan diabetes:
1. Mikroba Usus
Golongan darah diyakini memengaruhi komposisi bakteri usus, yang berperan penting dalam metabolisme gula dan sensitivitas insulin.
2. Peradangan Kronis
Variasi gen pada sistem ABO dapat memengaruhi penanda inflamasi dan kesehatan pembuluh darah—dua faktor kunci dalam perkembangan diabetes.
3. Struktur Molekul Darah
Perbedaan molekul pada golongan darah tertentu diketahui memengaruhi cara tubuh memproses glukosa.
Bukan Vonis, tapi Peringatan Dini
Dr. Fagherazzi menegaskan bahwa temuan ini bukan berarti pemilik golongan darah A atau B pasti akan menderita diabetes. Namun, hasil riset ini dapat menjadi alarm dini untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami menemukan hubungan yang kuat antara golongan darah dan risiko diabetes. Peserta dengan golongan darah O memiliki risiko paling rendah,” ujarnya.
Ke depan, temuan ini diharapkan dapat membantu tenaga medis mempertimbangkan golongan darah sebagai salah satu faktor dalam strategi pencegahan Diabetes Tipe 2, terutama melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini. (Science Daily/Z-10)