Ascott Jakarta Merayakan Hari Edukasi Lingkungan Sedunia 2026: Selaraskan Kerjasama dan Dukungan Kepada Komunitas
DALAM rangka memperingati Hari Edukasi Lingkungan Sedunia 2026, Ascott Jakarta menegaskan kembali komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan inklusi sosial melalui kolaborasi yang bermakna dengan Komunitas Penyandang Disabilitas (People With Disability, PWD) Yayasan Cheshire Indonesia inisiatif ini mencerminkan keyakinan bahwa pendidikan lingkungan harus dapat diakses, inklusif, dan memberdayakan semua orang.
Sebagai bagian dari program ini, Ascott Jakarta bersama dengan anggota Komunitas Penyandang Disabilitas, mengunjungi sekolah setempat, yaitu Taman Kanak-Kanak Besar Said Naum yang terletak di daerah Tanah Abang, untuk mengadakan sesi pendidikan lingkungan interaktif yang berfokus pada pedoman sederhana untuk mengurangi sampah, klasifikasi sampah, dan hidup berkelanjutan.
Salah satu kegiatan utama adalah kegiatan praktik yang mengajarkan siswa cara membuat sabun serbaguna enzim ramah lingkungan yang terbuat dari limbah buah, solusi sederhana namun berdampak yang mengubah limbah organik menjadi produk rumah tangga ramah lingkungan yang dapat digunakan. Kegiatan ini diadakan pada hari Kamis, 22 Januari 2026 dan diikuti oleh total 42 anak dengan kisaran umur 5-6 tahun.
Selama sesi tersebut, siswa dengan antusias mempelajari pentingnya mengurangi limbah makanan, dampak lingkungan dari pembuangan limbah yang tidak tepat, dan bagaimana tindakan kecil dapat berkontribusi pada planet yang lebih sehat.
Dengan menggunakan sisa kulit buah dan limbah organik, peserta dipandu langkah demi langkah dalam proses pembuatan sabun serbaguna eco-enzyme, yang menunjukkan bagaimana limbah sehari-hari dapat digunakan kembali menjadi sabun yang bermanfaat dan mudah terurai. Aktivitas ini tidak hanya mendorong kreativitas dan kesadaran lingkungan tetapi juga memperkenalkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan siswa di rumah.
Keterlibatan Komunitas Penyandang Disabilitas merupakan elemen yang menarik dari program ini. Dengan berkolaborasi erat dengan fasilitator Penyandang Disabilitas, inisiatif ini mengangkat nilai motivasi kepada siswa siswi. Partisipasi mereka berfungsi sebagai pengingat yang kuat bahwa aksi lingkungan paling efektif ketika bersifat inklusif dan digerakkan oleh komunitas.
“Inisiatif Hari Edukasi Lingkungan Sedunia 2026 kami melampaui kegiatan pembelajaran, ini tentang aksi, inklusi, dan tanggung jawab bersama,” kata Vanessa Velindra Senior Brand & Marketing Manager. “
Dengan bekerja bersama Komunitas Penyandang Disabilitas dan terlibat langsung dengan siswa, kami berharap dapat menginspirasi generasi berikutnya untuk peduli terhadap lingkungan sambil merangkul empati dan kolaborasi.” tambahnya.
Ia mengatakan onisiatif ini sejalan dengan pilar Ascott CARES, yang menekankan tanggung jawab lingkungan, pendidikan, dan dampak sosial melalui komunitas. Program kolaboratif ini bertujuan untuk membina komunitas yang sadar lingkungan dan memberdayakan individu dari semua latar belakang untuk ikut serta dalam melindungi planet kita.
Dalam rangka merayakan Hari Pendidikan Lingkungan Sedunia 2026, kami mengajak masyarakat luas untuk bergabung bersama dalam mengubah kesadaran menjadi tindakan, dimulai dengan langkah-langkah kecil dan bermakna menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan kami, ikuti media sosial @ascottjakarta. (RO/H-4)