Edukasi Publik Jadi Kunci Menekan Risiko Penyalahgunaan Data Pribadi di Era Digital
DI tengah pesatnya digitalisasi layanan publik dan keuangan, risiko kebocoran serta penyalahgunaan data pribadi kian meningkat. Ancaman tersebut tidak selalu bermula dari serangan siber berskala besar, tetapi justru sering berawal dari kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat.
Penyalahgunaan data pribadi dapat berdampak serius, mulai dari pendaftaran pinjaman online tanpa sepengetahuan pemilik data hingga hilangnya saldo rekening secara tiba-tiba. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perlindungan data tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga membutuhkan kesadaran individu sebagai lapisan pertahanan pertama.
Berangkat dari kondisi tersebut, VIDA, penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan (fraud prevention) di Indonesia, meluncurkan gerakan literasi publik bertajuk #VIDAJagaKalian. Kampanye ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga data pribadi melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian.
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga oleh kelalaian individu.
"Tanpa disadari, kebiasaan sederhana dapat membuka risiko penyalahgunaan data. Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, kami berkomitmen membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan agar data pribadi senantiasa terlindungi," ujarnya.
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan aktivasi publik bertajuk VIDA Jaga Kalian: Tukang Gorengan Jadi Tahu yang berlangsung di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada 22–25 Januari 2026. Aktivasi ini menggandeng penjual gorengan sebagai simbol aktivitas sehari-hari masyarakat, sekaligus medium edukasi mengenai pentingnya perlindungan data pribadi.
Melalui pendekatan ini, VIDA menyoroti praktik yang masih kerap ditemui di masyarakat, yakni penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen penting lainnya, sebagai pembungkus makanan. Praktik yang terlihat sepele tersebut dinilai berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data apabila dokumen jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dalam aktivasi tersebut, masyarakat dapat menikmati gorengan gratis sambil mengikuti pengalaman edukatif interaktif mengenai risiko kebocoran data dan langkah-langkah sederhana untuk melindungi informasi pribadi. Pendekatan ini dipilih agar pesan perlindungan data lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
"Edukasi akan lebih efektif jika dekat dengan realitas masyarakat. Kami memilih pendekatan yang membumi agar pesan perlindungan data tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan. Harapannya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membangun budaya menjaga data pribadi dalam jangka panjang," kata Niki.
Selain edukasi publik, kampanye #VIDAJagaKalian juga menjadi sarana pengenalan solusi perlindungan data yang tersedia di VIDA App, yakni DocsVault dan SecureShare. Kedua fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengelola dan membagikan dokumen pribadi secara aman di era digital.
Mukti Pradana, AVP Product Management VIDA, menjelaskan DocsVault memungkinkan pengguna menyimpan dokumen penting dalam penyimpanan terenkripsi yang dilengkapi pengamanan biometrik wajah. Dengan demikian, hanya pemilik dokumen yang dapat mengakses data tersebut. Sementara itu, SecureShare memungkinkan pengguna membagikan dokumen secara aman dengan kontrol akses, batas waktu penggunaan, serta jejak aktivitas dokumen.
"Ketika dokumen perlu dibagikan, SecureShare memberi kontrol penuh, mulai dari pengaturan durasi akses, jumlah pembukaan, hingga riwayat penggunaan. Jika sudah tidak dibutuhkan, akses dapat dicabut kapan saja," ujar Mukti.
Sebagai contoh, pengguna dapat menyimpan KTP atau dokumen penting lainnya di DocsVault, lalu membagikannya melalui SecureShare untuk keperluan administrasi dengan pengaturan apakah dokumen hanya dapat dilihat atau diunduh, dilengkapi passcode tambahan, serta pemantauan akses secara real-time. Pendekatan ini bertujuan memastikan identitas digital tetap berada dalam kendali pemiliknya.
Melalui inisiatif #VIDAJagaKalian, VIDA menegaskan komitmennya dalam memerangi penipuan digital secara menyeluruh. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui pengembangan teknologi dan layanan keamanan digital, tetapi juga melalui edukasi publik yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga data pribadi di ruang digital yang semakin kompleks. (E-1)