Film Yohanna Tayang 9 April, Kisah Biarawati Hadapi Realita Kelam Sumba
Film Yohanna yang dibintangi Laura Basuki akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 9 April 2026. Disutradarai Razka Robby Ertanto dan diproduksi oleh Summerland, Reason8 Films, serta Pilgrim Film, karya ini mengangkat kisah kemanusiaan yang berakar pada tragedi nyata pasca badai tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Cerita mengikuti Yohanna, seorang biarawati muda yang dikirim ke Sumba untuk menjalankan misi kemanusiaan. Namun, perjalanan tersebut berubah drastis ketika truk berisi bantuan yang ia bawa dirampok. Dari titik itu, Yohanna terseret ke dalam realitas keras, kemiskinan struktural, praktik korupsi aparat, hingga anak-anak yang dipaksa bekerja di usia dini.
Di tengah tekanan tersebut, Yohanna tidak hanya berjuang secara fisik, tetapi juga batin. Ia menghadapi krisis keyakinan dan mempertanyakan identitasnya sebagai seorang biarawati. Film ini mengajak penonton menyelami konflik personal yang intim, sekaligus relevan dengan pergulatan hidup banyak orang.
Performa Laura Basuki dalam film ini telah mendapat pengakuan internasional lewat penghargaan Best Actress di Asian Film Festival 2025. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan karakter Yohanna.
“Pergulatan yang dialami Yohanna sangat manusiawi. Kita semua pernah mempertanyakan hidup, keyakinan, bahkan diri sendiri. Itu yang membuat saya merasa dekat dengan karakter ini,” ujar Laura dalam konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Jumat (3/4).
Menariknya, versi yang akan tayang di bioskop Indonesia telah disesuaikan dari versi festival internasional. Jika sebelumnya hadir dengan gaya eksperimental dan non-linear, versi domestik disusun lebih kronologis agar lebih mudah diikuti tanpa menghilangkan esensi cerita.
“Kami merapikan struktur tanpa menyentuh roh cerita. Tujuannya agar emosi dan pesan film tetap kuat dan bisa diterima lebih luas,” kata Robby Ertanto.
Film Yohanna juga telah mengantongi klasifikasi Semua Umur (SU) dari Lembaga Sensor Film (LSF), membuka peluang bagi penonton dari berbagai kalangan untuk menyaksikan kisah reflektif ini di layar lebar. (Z-10)