Muhadkly Acho Naik Level, Debut Jadi Produser di Gak Ada Matinya!
MUHADKLY Acho, sosok di balik film Indonesia terlaris sepanjang masa, kini menjajal tantangan baru di balik layar. Setelah berkali-kali menulis dan menyutradarai film, bahkan menjadi konsultan komedi, kali ini Acho resmi debut sebagai produser lewat film terbaru berjudul Gak Ada Matinya!.
Dalam proyek ini, Acho dipercaya Manoj Punjabi dari MD Pictures untuk mengolah gagasan kreatif sekaligus memimpin arah produksi.
“Ini pertama kalinya saya debut sebagai produser. Senang sekali MD Pictures memberi kesempatan dan kebebasan kreatif untuk membuat sebuah produk yang menurut saya unik, karena komedinya belum pernah saya buat sebelumnya,” kata Acho saat konferensi pers di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (18/2).
Lewat Gak Ada Matinya!, Acho memasukkan unsur komedi gelap dengan tema kematian. Baginya, komedi bisa lahir dari sudut pandang mana pun, termasuk dari tragedi.
“Premis utama film Gak Ada Matinya! adalah ketika ada seorang anak terlilit utang KPR dan enggak akrab sama bapaknya. Harusnya dia bisa minta tolong, tapi gengsi karena enggak akur. Tiba-tiba bapaknya meninggal, dia sudah merencanakan dapat uang asuransi. Eh, di perjalanan bapaknya bangun lagi karena ternyata cuma mati suri,” jelas Acho.
Film ini dibintangi Oki Rengga, Mikha Tambayong, Mathias Muchus, Fedi Nuril, Lolok, Yoshi Sudarso, Gita Bhebhita, dan Benidictus Siregar. Kursi sutradara ditempati Etienne Caesar.
Acho juga kembali bekerja dengan sejumlah nama yang sebelumnya tampil bersama di film Agak Laen: Menyala Pantiku! seperti Oki Rengga, Gita Bhebhita, Lolok, dan Benidictus Siregar. Namun, ia menegaskan pemilihan pemain bukan sekadar “mengangkut” dari film sebelumnya.
“Sebetulnya enggak ada niatan angkut pemain dari film mana. Tapi karena bukan saya yang nulis ceritanya, pas saya lihat karakternya dan kebutuhannya, saya merasa itu ada di Oki, Gita, Lolok, dan Beni,” ujar Acho.
Menariknya, Gak Ada Matinya! juga akan mengangkat dinamika keluarga Batak. Menurut Acho, kultur Batak kini kian lekat dengan pop culture dan membuka ruang cerita yang lebih luas, tak melulu berpusat pada Jakarta.
“Somehow Batak tuh sekarang udah jadi pop culture juga. Jadi kita enggak melulu Jakartasentris. Enggak ada salahnya bikin keluarga dari latar belakang orang Sumatra,” tutupnya.
Gak Ada Matinya! dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026. (Z-10)