Warner Bros. kecam ByteDance atas Pelanggaran Hak Cipta Video AI Superman dan Batman
WARNER Bros. resmi bergabung dengan jajaran studio besar lainnya untuk mengecam ByteDance. Mereka menuduh pemilik TikTok tersebut melakukan pelanggaran yang dilakukan secara terang-terangan melalui layanan video AI terbaru mereka, Seedance 2.0, yang dianggap memfasilitasi pembuatan video tiruan dari karakter-karakter ikonik milik Warner Bros..
Ketegangan ini semakin menarik karena Warner Bros. mengirimkan surat protes tersebut langsung kepada John Rogovin, yang kini menjabat sebagai penasihat umum ByteDance. Padahal, Rogovin adalah mantan pengacara Warner Bros. yang dulunya justru bertugas menjaga keamanan hak cipta karakter seperti Superman dan Batman.
"Karakter-karakter ini adalah napas perusahaan," tulis Wayne Smith, Executive VP Legal Warner Bros. Studios dalam surat tersebut. "ByteDance kini terlibat dalam pelanggaran nyata terhadap properti yang sama dengan yang Anda lindungi selama bertahun-tahun."
Banjir Konten Ilegal di Media Sosial
Sejak Seedance 2.0 dirilis minggu lalu, media sosial langsung dibanjiri klip sinematik buatan pengguna yang menampilkan skenario mustahil. Mulai dari Tom Cruise melawan Brad Pitt, hingga pertarungan lintas semesta seperti Batman melawan Spider-Man atau Superman melawan Thanos.
Tidak hanya itu, pengguna juga memanfaatkan AI ini untuk membuat "ending alternatif" dari serial populer seperti Game of Thrones. Hal ini memicu reaksi keras dari Motion Picture Association dan serikat aktor SAG-AFTRA. Sebelum Warner Bros., raksasa hiburan lain seperti Disney dan Paramount sudah lebih dulu mengirimkan surat teguran.
Meskipun ByteDance berjanji akan memperketat keamanan terkait penggunaan kekayaan intelektual, Warner Bros. merasa pembelaan tersebut salah sasaran. Menurut mereka, akar masalahnya bukan pada pengguna, melainkan pada desain sistem Seedance itu sendiri.
"Para pengguna hanya membangun di atas pondasi pelanggaran yang sudah diletakkan oleh ByteDance. Seedance hadir dengan karakter berhak cipta Warner Bros. Discovery yang sudah terprogram di dalamnya," tegas Smith.
Warner Bros. juga mempertanyakan mengapa sistem keamanan atau pembatasan kata kunci baru muncul sekarang setelah adanya protes, padahal fitur tersebut seharusnya sudah tersedia sejak aplikasi pertama kali diluncurkan.
Sumber: Variety