Gara-Gara Promosikan Tim AS, Bintang Pop Kanada Tate McRae Tuai Kecaman di Tanah Airnya


Penulis: Basuki Eka Purnama - 06 February 2026, 09:43 WIB
AFP/AMY SUSSMAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

PENYANYI pop asal Kanada, Tate McRae, kini tengah menghadapi gelombang kritik pedas setelah tampil dalam video promosi untuk tim Amerika Serikat (AS) menjelang Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. 

Keputusannya menjadi "wajah" bagi tim AS memicu perdebatan panas mengenai loyalitas nasional di tengah ketegangan politik yang menyelimuti kedua negara.

Dalam video promosi yang dirilis stasiun televisi AS, NBC, McRae tampak berinteraksi dengan burung hantu animasi dan menanyakan arah menuju Milan untuk bertemu dengan Tim AS di upacara pembukaan. 

Iklan tersebut juga menyisipkan lagu hitsnya, Nobody’s Girl, serta mempromosikan penayangan Super Bowl antara Seattle Seahawks dan New England Patriots yang dijadwalkan berlangsung di Santa Clara, California.

Pengkhianatan di Mata Penggemar

Lahir dan besar di Calgary, Alberta, McRae memulai kariernya sebagai kontestan So You Think You Can Dance sebelum akhirnya merajai tangga lagu Billboard. 

Namun, identitas Kanadanya justru menjadi titik balik kemarahan publik. Sejumlah warga Kanada di media sosial menyebut video tersebut "memuakkan", bahkan beberapa di antaranya tak ragu melontarkan tuduhan "pengkhianatan".

Jordan Cicchelli, seorang penulis olahraga asal Toronto, mengungkapkan kekecewaannya di platform X:

"Tate McRae melakukan promosi untuk NBC dan Tim AS untuk Olimpiade, bukan Kanada, membuat saya sedikit sedih tapi ya sudahlah," cicit Cicchelli

Sentimen serupa disampaikan jurnalis budaya Courtney Shea dalam tulisan di Toronto Life. Ia mengkritik keras iklan tersebut karena dianggap menghapus latar belakang sang penyanyi.

"Menonton iklan itu, Anda tidak akan menyangka bahwa McRae lahir dan besar di Great White North (Kanada). Satu-satunya pertanyaan yang layak diajukan saat ini adalah: Apakah Tate McRae ingat dia berasal dari Kanada?" kecam Shea.

Dampak Ketegangan Politik

Reaksi keras ini tidak muncul di ruang hampa. Hubungan antara Kanada dan AS saat ini sedang mendingin setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif pada barang-barang Kanada dan berulang kali menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51". 

Hal ini memicu kebangkitan patriotisme di Kanada, yang berujung pada aksi boikot produk AS dan penurunan angka perjalanan ke selatan.

Menanggapi keriuhan tersebut, McRae mencoba meredam suasana melalui unggahan di Instagram. Ia membagikan foto masa kecilnya saat memegang bendera Kanada dengan keterangan: "Kalian semua tahu saya sangat Kanada."

Antara Karier dan Akar Rumput

Meski banyak yang mengecam, tidak sedikit pula yang membela McRae. Beberapa pihak menilai keterlibatan McRae adalah bukti dominasi budaya Kanada di panggung dunia. 

"Mereka butuh orang KANADA untuk menjual diri mereka sendiri," tulis Blaine Badiuk dari Alberta.

Namun, posisi McRae memang dilematis. Meski sering menunjukkan kecintaannya pada hoki es dan tim Calgary Flames, ia sempat mengakui dalam konsernya tahun lalu bahwa ia merasa lebih nyaman di Los Angeles. 

"Kanada tidak terasa seperti rumah lagi, yang mana itu aneh. Calgary, tempat asal saya, terasa sedikit kurang seperti rumah dibandingkan LA," ungkapnya kala itu.

Fenomena selebriti non-Amerika mempromosikan Tim AS sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, bintang pop Inggris Dua Lipa juga muncul dalam iklan NBC untuk mempromosikan atlet ski dan seluncur salju AS. 

Namun, bagi publik Kanada, keterlibatan McRae di tengah situasi politik saat ini tampaknya menjadi luka yang sulit diterima begitu saja. (Z-1)