Antisipasi Lonjakan Kargo Lebaran, IPC TPK Siagakan Layanan Bongkar Muat


Penulis: Rahmatul Fajri - 18 March 2026, 21:22 WIB
Dok IPC TPK

ANAK usaha PT Pelindo Terminal Petikemas, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), memastikan kesiapan operasional penuh dengan menghadirkan layanan bongkar muat 24 jam sehari selama 7 hari (24/7). Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan arus peti kemas menjelang Idulfitri 1447 H sekaligus mendukung kebijakan pembatasan angkutan barang selama periode mudik. Memasuki minggu ketiga Ramadan, aktivitas logistik nasional, khususnya di segmen domestik, mulai menunjukkan eskalasi signifikan.

Di Terminal Petikemas 2 (TP2) Domestik, lonjakan aktivitas tercatat mencapai 37,5% dibandingkan pekan sebelumnya, yang dipicu oleh peningkatan throughput dan frekuensi kunjungan kapal (vessel call).

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyatakan bahwa peningkatan ini telah diantisipasi melalui penguatan sistem operasional yang terintegrasi.

"Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pembatasan angkutan barang selama masa mudik. Untuk itu, IPC TPK memastikan layanan bongkar muat tetap berjalan optimal 24/7 dengan dukungan monitoring intensif serta kesiapan personel di seluruh lini," ujar Pramestie dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Untuk menghindari penumpukan di area pelabuhan, IPC TPK mengimplementasikan sejumlah langkah mitigasi strategis. Di antaranya adalah optimalisasi layanan gate pass serta pemanfaatan lapangan penumpukan Lini 2 sebagai penyangga (buffer) bagi Lini 1. Selain itu, IPC TPK menjalin kerja sama dengan beberapa depo peti kemas pendukung di sekitar Tanjung Priok. Penguatan fungsi manajemen lalu lintas dan kontrol keselamatan juga dilakukan dengan menempatkan petugas Port Facility Security Officer (PFSO) di titik-titik rawan antrean.

Seiring rencana pemberlakuan pembatasan angkutan barang pada 13 hingga 29 Maret 2026, IPC TPK memproyeksikan adanya percepatan aktivitas pengiriman (delivery) oleh pelanggan. Perusahaan secara aktif mengimbau pengguna jasa untuk segera melakukan pengambilan peti kemas guna menghindari potensi penumpukan pasca-Lebaran. 

"Percepatan delivery sebelum masa pembatasan menjadi kunci menjaga kelancaran rantai pasok. Kami optimistis arus logistik nasional tetap terjaga dengan sinergi antara operator, regulator, dan pengguna jasa," tambah Pramestie. (E-4)