Wacana Pelebaran Defisit APBN 3 Persen, Indef Sebut Realistis


Penulis:  Media Indonesia - 14 March 2026, 17:40 WIB
Dok.MI

DIREKTUR Eksekutif Institut for Development of Economics and Finance  atau Indef Esther Sri Astuti mengatakan wacana pelebaran defisit APBN di atas 3 persen realistis dengan sejumlah asumsi makro ekonomi dalam APBN tidak tercapai.

"Secara otomatis akan tembus kalau asumsi makro di APBN meleset semua," kata Eshter di Jakarta, Sabtu (14/3).

Wacana pelebaran defisit APBN, sambung dia, dapat meningkatkan potensi  utang baru. Oleh karena itu, menurutnya pengelolaan APBN harus dilakukan dengan bijak.

"Takut digunakan untuk menambah utang. Jadi, lebih diutamakan pengelolaan anggaran APBN yang bijak," ucap dia.

Ia berharap pemerintah dapat selektif dalam menentukan prioritas belanja negara. APBN menurutnya dapat diarahkan pada program yang berdampak pada ekonomi seperti ekspor dan pariwisata.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan eknologi dapat memperkuat industri manufaktur Indonesia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa skenario deifisit APBN dapat mencapai 4,06 persen imbas dari perang di kawasan Timur Tengah.

"Skenario terburuk, yang pesimis itu, dengan harga (minyak mentah dunia) 115 (dolar AS per barel), kurs rupiah kita Rp17.500 (per dolar AS), growth-nya 5,2 (persen), (imbal hasil) surat berharga (SBN) 7,2 (persen), defisitnya 4,06 persen," ujar Airlangga usai sidang kabinet. 

Airlangga juga menyebut skenario lain dengan asumsi defisit APBN sebesar 3 persen. (Ant/H-4)