Menkeu Purbaya: Skema Baru Utang Whoosh sudah Final, Menanti Pengumuman Presiden


Penulis:  Gana Buana - 13 March 2026, 16:47 WIB
Dok. KCIC

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pembahasan mengenai restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh telah mencapai kesepakatan final. Keputusan strategis ini menjadi kunci krusial bagi keberlanjutan operasional dan rencana ekspansi jalur kereta cepat ke Jawa Timur.

Pemerintah ditegaskan telah menetapkan langkah konkret untuk menyelesaikan beban finansial operator Whoosh tersebut. Namun, detail mengenai skema restrukturisasi ini akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto atau pejabat berwenang lainnya.

Keputusan di Tangan Presiden

"Rapatnya sudah putus. Sudah jelas langkah ke depan seperti apa, tapi nanti tinggal Pak Presiden atau pemerintah resmi yang akan mengumumkan, bukan saya," ujar Purbaya dilansir dari Antara, Jumat (13/3).

Pernyataan Menkeu ini menjadi jawaban atas kekhawatiran mengenai beban utang KCIC yang sempat disebut sebagai penghambat pengembangan proyek lanjutan. Kepastian ini juga sekaligus merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya.

Syarat Mutlak Ekspansi ke Jawa Timur

Sebelumnya, Menko AHY menegaskan bahwa restrukturisasi keuangan PT KCIC adalah syarat mutlak sebelum pemerintah tancap gas membangun jalur Whoosh hingga ke Surabaya dan Banyuwangi. Menurut AHY, kesehatan finansial operator saat ini akan menentukan peta jalan (roadmap) pembangunan infrastruktur ke depan.

"Sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," tegas AHY. 

Dengan rampungnya pembahasan di tingkat Kementerian Keuangan dan keterlibatan Danantara Indonesia, proyeksi Whoosh untuk membelah Pulau Jawa kini memiliki landasan finansial yang lebih kuat. Kehadiran kereta cepat hingga ujung timur Jawa diharapkan mampu mengubah lanskap ekonomi dan konektivitas nasional secara signifikan. (Z-10)