Ibas Minta Perbankan Syariah Permudah Akses Modal untuk Rakyat Kecil


Penulis: Rahmatul Fajri - 02 March 2026, 19:52 WIB
Dok Istimewa

WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan merupakan kunci utama untuk mendorong kesejahteraan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, sistem ekonomi berbasis prinsip Islam ini bukan sekadar urusan keuangan, melainkan instrumen untuk memperkuat pelaku usaha mikro dan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Ibas dalam forum dialog bertajuk "Ekonomi Syariah Inklusif, Berkeadilan, Indonesia Maju Sejahtera" di Madiun, Jawa Timur.

"Ekonomi syariah harus mampu memberdayakan masyarakat dari bawah. Jika UMKM dan ekonomi rakyat kuat, maka keluarga kuat, daerah kuat, dan pada akhirnya bangsa kita juga semakin kuat," ujar Ibas melalui keterangannya, Senin (2/3).

Ibas menyoroti sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, mulai dari rendahnya literasi keuangan hingga sulitnya akses pembiayaan bagi masyarakat desa. Ibas mendorong adanya integrasi yang lebih erat antara dunia pendidikan, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.

Ibas juga menekankan pentingnya kemudahan akses modal bagi UMKM melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Ia meminta agar prosedur pembiayaan dibuat lebih sederhana namun tetap produktif.

“Permodalan harus mudah diakses, tidak dipersulit. Pembiayaan yang tepat akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut.

Dalam sesi dialog, Ibas merespons aspirasi dari dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo serta UIN Ponorogo terkait peran perempuan dalam UMKM dan kendala akses KUR di desa. Ia menyarankan pembentukan komunitas pendamping bagi warga yang ingin mengakses perbankan.

"Kampus dan dosen harus menjadi motor edukasi. Anak muda jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan usaha berbasis nilai syariah yang memberi manfaat bagi masyarakat," imbuhnya.(H-2)