Jelang Mudik Lebaran 2026, Perbaikan Jalan Tol dan Jalan Nasional Dikebut
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kondisi jalan tol dalam menghadapi periode libur dan mudik Lebaran 2026 memiliki tingkat pelayanan dengan kondisi terjaga dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyebut pihaknya telah meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan sejumlah perbaikan.
Pertama, BUJT diminta segera melakukan perbaikan kerusakan pada perkerasan jalan tol maksimal sampai 10 Maret 2026 untuk memastikan kondisi zero pothole pada jalan tol.
Kedua, BUJT diminta untuk melakukan penanganan menerus (patching modul, SFO atau rekonstruksi) terhadap kerusakan yang berdekatan maupun memanjang untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan tol.
Ketiga, BUJT diminta menyiapkan tambahan tim pemeliharaan jalan, tim perambuan, dan tim sweeper. Tujuannya untuk memastikan pelaksanaan pemeliharaan jalan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol
Atas instruksi tersebut, kata Diana, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Ditjen Bina Marga telah melakukan pengecekan serta evaluasi pada kondisi perkerasan jalan pada ruas-ruas utama jalur untuk Lebaran (koridor Merak–Surabaya).
"Seluruh BUJT telah kami instruksikan untuk menuntaskan penanganan seluruh titik kerusakan, baik berupa lubang maupun kerusakan perkerasan minor, paling lambat H-10 Lebaran," kata Diana kepada Media Indonesia, Kamis (26/2).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bersama tersebut, ia menyampaikan progres perbaikan yang sedang berjalan.
1. Koridor Jakarta Raya (JORR, JIUT dan Jagorawi) persentase tindak lanjut perbaikan sebesar 91.30%.
2. Koridor Merak - Jakarta (Merak – Tanggerang - Jakarta) dengan persentase tindak lanjut perbaikan sebesar 88.78%.
3. Koridor Cikampek - Dawuan (Cikampek - Padalarang - Cileunyi - Dawuan) dengan persentase tindak lanjut perbaikan sebesar 49.64%.
4. Koridor Cipali - Semarang (Cipali - Kanci - Pejagan - Pemalang - Batang - Semarang) dengan persentase tindak lanjut perbaikan sebesar 75.71%.
5. Koridor Semarang - Gempol (Semarang - Solo - Ngawi - Kertosono - Mojokerto - Surabaya - Gempol) dengan persentase tindak lanjut perbaikan sebesar 93.45%.
"Keseluruhan tindaklanjut perbaikan 100% ditargetkan selesai pada tanggal 10 Maret 2026," kata Diana.
"Untuk jalan nasional juga kita sedang lakukan yang sama di seluruh Indonesia," imbuhnya.
Diana juga menyampaikan, pekerjaan konstruksi pada badan jalan yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas secara permanen akan dihentikan sementara selama periode arus mudik dan balik (mulai Rabu 11 Maret 2026 sampai dengan Rabu, 1 April 2026). Hal itu dikecualikan pada pekerjaan pemeliharaan yang bersifat minor, darurat, ataupun terkait keselamatan.
Selain itu, BPJT telah menginstruksikan kepada BUJT untuk melakukan kesiapan marka, rambu, penerangan jalan umum, guardrail, drainase, serta layanan rest area agar dalam kondisi baik dan optimal. Hal itu dilakukan dengan penambahan alat, material, personel pada lokasi-lokasi rawan/strategis.
Mitigasi pada titik rawan genangan dan kepadatan juga telah disiapkan dengan dukungan tim dan peralatan yang akan disiagakan.
"Dengan langkah-langkah tersebut, kami memastikan jalan tol siap mendukung arus mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat," pungkasnya. (H-4)