Pupuk Indonesia Pastikan Penebusan Subsidi Terpantau Real Time lewat i-Pubers di Sidrap


Penulis:  Gana Buana - 08 February 2026, 17:19 WIB
Dok. Pupuk Indonesia

PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Republik Indonesia memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pilot project i-Pubers di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Jumat (6/2).

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dan Pupuk Indonesia untuk memastikan pupuk subsidi benar-benar diterima petani yang berhak, sekaligus menutup celah penyimpangan dalam penyaluran di tingkat kios.

Monitoring dilakukan langsung oleh Deputi Kemenko Pangan Widiastuti, Asisten Deputi Bona Kusuma, serta Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia Robby Setiabudi Madjid bersama jajaran. Kegiatan monev berlangsung di kios resmi atau Penerima Pada Titik Serah (PPTS), yakni UD Rahma dan Rezky Tani.

Hasilnya, implementasi sistem i-Pubers dinilai berjalan optimal di lapangan.

“Kami ingin memastikan penyaluran pupuk bersubsidi semakin transparan dan akuntabel. Sistem i-Pubers memperkuat monitoring serta tracking penebusan pupuk, sehingga dapat tersalurkan tepat sasaran hingga ke titik serah dan petani,” ujar Robby.

Perkuat Prinsip 7T dan Pastikan HET Turun Benar-Benar Dirasakan Petani

Robby menjelaskan, i-Pubers menjadi inovasi penting untuk memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan sesuai prinsip 7T: tepat sasaran, jenis, jumlah, harga, waktu, tempat, dan mutu.

Sistem ini juga memperkuat implementasi kebijakan pemerintah terkait penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen, agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani, termasuk di Sidrap.

Penguatan tata kelola ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, yang menegaskan Pupuk Indonesia bertanggung jawab penuh atas penyaluran pupuk subsidi sampai ke penerima di lapangan.

Sidrap Dapat Alokasi 6.347 Ton, Penebusan Baru 8%

Pada 2026, Kabupaten Sidrap memperoleh alokasi pupuk subsidi sebesar 6.347 ton, terdiri dari pupuk Urea dan organik. Hingga awal Februari 2026, realisasi penebusan tercatat 4.646 ton atau sekitar 8% dari total alokasi.

Pupuk Indonesia berharap angka penebusan terus meningkat seiring optimalisasi distribusi, termasuk melalui implementasi i-Pubers di tingkat kios.

Stok Aman, Jaringan Distribusi Luas

Selain pengawasan sistem, Pupuk Indonesia juga memastikan ketersediaan pupuk subsidi dalam kondisi aman. Per 5 Februari 2026, stok di lini II dan III Sidrap tercatat. 2.426 ton Urea dan 1.087 ton NPK Phonska.

Distribusi pupuk subsidi di Sidrap juga didukung jaringan resmi yang luas, dengan total 61 PPTS tersebar di berbagai kecamatan.

Dengan stok memadai dan pengawasan digital yang diperkuat, Pupuk Indonesia memastikan petani dapat memperoleh pupuk subsidi sesuai ketentuan dan harga pemerintah.

Kebijakan Subsidi Harus Sampai ke Petani

Deputi Kemenko Pangan Widiastuti menegaskan bahwa monev ini merupakan langkah penting agar kebijakan pupuk subsidi benar-benar memberi manfaat bagi petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Melalui kolaborasi pemerintah dan Pupuk Indonesia, tata kelola pupuk subsidi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mempercepat target swasembada pangan nasional. (Z-10)