Harga Emas Eropa Menggila 30 Januari 2026, Tembus €172 per Gram!


Penulis:  Media Indonesia - 30 January 2026, 11:53 WIB
Freepik.com

PASAR komoditas Eropa kembali diguncang volatilitas ekstrem pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (30/1/2026). Harga emas di pasar spot Eropa (XAU/EUR) dilaporkan mencetak rekor all-time high baru dengan menembus level psikologis €172,08 per gram (sekitar Rp3.150.000 jika dikonversi dengan kurs Rp18.300/EUR).

Kenaikan ini terbilang sangat agresif, mengingat hanya dua hari sebelumnya (28/1), emas 24 karat di pasar Eropa masih diperdagangkan di kisaran €149 per gram. Lonjakan hampir 15% dalam tempo kurang dari 48 jam ini memicu aksi panic buying di kalangan investor ritel Benua Biru.

Pemicu Utama: "Perfect Storm" Geopolitik

Para analis di London Bullion Market Association (LBMA) menyebut kenaikan ini sebagai respons langsung terhadap eskalasi ketegangan geopolitik yang memanas serentak di tiga titik panas dunia:

  • Eropa Timur: Konflik yang kembali intens di perbatasan Ukraina-Rusia.
  • Timur Tengah: Ketidakpastian pasokan energi yang mendorong investor memburu aset safe haven.
  • Perang Dagang Baru: Friksi tarif impor yang kembali mencuat antara Uni Eropa dan mitra dagang utamanya, menekan nilai tukar Euro namun melambungkan harga emas.

⚠️ Dampak ke Pasar Indonesia

Kenaikan harga emas dalam mata uang Euro ini menjadi sinyal kuat bagi pasar domestik. Biasanya, lonjakan harga emas dunia (baik dalam USD maupun EUR) akan langsung dikonversi menjadi kenaikan harga dasar Emas Antam pada pembukaan perdagangan besok pagi. Investor emas di Indonesia disarankan untuk memantau harga buyback yang diprediksi akan ikut terkerek naik.

Analisis Teknikal XAU/EUR

Secara teknikal, grafik XAU/EUR menunjukkan tren bullish yang sangat kuat (parabolic run). Indikator RSI (Relative Strength Index) sudah memasuki area overbought di level 82, namun volume pembelian belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Target resisten berikutnya berada di angka €175 per gram.

Bagi WNI yang berada di Eropa atau investor yang memegang aset dalam Euro, momen ini menjadi kesempatan emas untuk melakukan profit taking sebagian, mengingat kenaikan yang terlalu cepat rentan terhadap koreksi tajam (pullback) dalam jangka pendek.

PENAFIAN Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.