Ekonom: Thomas Djiwandono di BI Bisa Perkuat Sinergi Kebijakan Ekonomi


Penulis: Naufal Zuhdi - 27 January 2026, 12:06 WIB
Antara

Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional. Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai rekam jejak Thomas saat menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kalau kita melihat tanggapan ekonomi atas terpilihnya Pak Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, responsnya masih sangat positif. Rekam jejak beliau saat menjadi Wakil Menteri Keuangan menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga kebijakan fiskal tetap prudent, dengan defisit fiskal terjaga di bawah 3% hingga tahun lalu,” ujar Myrdal, Selasa (27/1).

Menurut Myrdal, kehadiran Thomas di jajaran pimpinan BI diharapkan mampu memperkuat sinergi yang lebih lincah dan efektif antara bank sentral dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Fokus utama Deputi Gubernur BI yang baru adalah memperkuat koordinasi kebijakan agar lebih agresif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, namun tetap menjaga stabilitas. Sinergi kebijakan sangat penting, tentu dengan tetap menghormati independensi masing-masing lembaga,” katanya.

Dari sisi kebijakan moneter, Myrdal berharap Bank Indonesia dapat semakin optimal dan responsif, khususnya dalam pengelolaan suku bunga acuan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih terasa terhadap aktivitas ekonomi, meski stabilitas tetap menjadi prioritas utama.

Selain itu, kebijakan makroprudensial juga diharapkan makin sejalan dengan program strategis pemerintah, termasuk agenda Astacita. Ia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor pendidikan, investasi, hingga ekspor-impor membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten dari sisi moneter dan keuangan.

Di bidang sistem pembayaran, Myrdal menilai latar belakang profesional Thomas Djiwandono dapat membawa inovasi baru. Apalagi, tambah dia, Thomas disebut sebagai Deputi Gubernur BI termuda, yang diharapkan mampu mendorong sistem pembayaran nasional menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

Lebih jauh, Myrdal menilai penunjukan Thomas tidak akan memberikan dampak negatif terhadap pasar keuangan. Respons pasar sejauh ini dinilai sejalan dengan ekspektasi dan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga.

“Dari sisi rupiah dan IHSG, pengaruhnya seharusnya masih positif, selama tidak ada tekanan global yang signifikan. Rekam jejak beliau yang profesional dan telah melepaskan jabatan di partai politik juga menjadi sinyal integritas yang baik bagi pelaku pasar,” pungkasnya.

Dengan latar belakang di sektor swasta dan pengalaman di pemerintahan, Thomas Djiwandono diharapkan mampu mendorong pendalaman pasar keuangan dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional ke depan. (E-3)