IPA Dorong Penguatan SDM Energi yang Adaptif


Penulis: Insi Nantika Jelita - 25 January 2026, 02:16 WIB
Dok. Indonesian Petroleum Association (IPA)

INDONESIAN Petroleum Association (IPA) mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) sektor energi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan industri ke depan, seiring dinamika kebutuhan energi nasional yang terus berkembang. Hal tersebut menjadi rangkuman dalam diskusi Talkshow Energy Connect 5.0 yang diselenggarakan oleh Bicara Energi di bawah naungan IPA Convex, Sabtu (24/1) di Jakarta. 

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong saat membuka sesi diskusi mengatakan, IPA merupakan wadah para pelaku industri sektor energi untuk saling bertukar informasi.

"Serta, menjembatani antara pemerintah dengan pelaku industri," katanya dalam keterangan resmi. 

Dalam sesi ini hadir juga Chairperson IPA Convex 2026 Hariadi Budiman, serta Human Resources & General Affairs Senior Manager PT Donggi Senoro LNG, Dea Rehenda Ginting. Keduanya menegaskan tantangan sektor energi ke depan membutuhkan talenta muda yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga siap secara mental, keterampilan, dan pemahaman industri sejak di bangku kuliah.

Dalam paparannya, Hariadi menekankan sektor energi memiliki karakter industri yang sangat spesifik dan tidak bisa dipelajari hanya dari ruang kelas. 

"Di mana ada sumber daya energi, di situ lah harus diolah dengan nilai komersial yang baik," katanya.  

Ia menyebut setiap kilang dirancang untuk muatan dan kapasitas oil dan gas tertentu dengan spesifikasi khusus. Apalagi melihat kondisi saat ini, semakin besar kebutuhan energi juga sebanding dengan semakin baik tingkat kenyamanan hidup.

"Sehingga, pemerintah terus mendorong ketahanan energi nasional untuk memenuhi hal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Dea menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa sejak dini agar tidak mengalami culture shock saat masuk dunia kerja. Ia membagikan strategi konkret dalam menyiapkan curriculum vitae (CV) yang relevan dengan kebutuhan industri. 

"CV harus menunjukkan kejelasan, dampak dari apa yang kita lakukan, dan keterampilan yang kita miliki, dilengkapi foto profesional serta pencapaian yang relevan," ujarnya.

Kegiatan talkshow Energy Connect 5.0 diharapkan menjadi pendorong generasi muda masuk sektor energi. Bukan sekadar wacana, melainkan investasi serius untuk memastikan keberlanjutan industri energi nasional melalui talenta yang siap pakai sejak hari pertama bekerja. (E-1)