Kamis 23 Desember 2021, 18:06 WIB

Agresifitas Timnas Indonesia Dituntut Lebih Konsisten di Leg Kedua

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Agresifitas Timnas Indonesia Dituntut Lebih Konsisten di Leg Kedua

Roslan RAHMAN / AFP
Laga Leg 1 Semifinal Piala AFF 2020 antara Indonesia melawan Singapura yang berkesudahan dengan skor 1-1

 

TIM nasional Indonesia harus lebih konsisten di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 melawan Singapura yang dijadwalkan Sabtu (25/12). Agresifitas dalam menyerang dan solid dalam bertahan perlu ditingkatkan sepanjang pertandingan agar bisa lolos ke final.

Pelatih Persebaya sekaligus mantan pemain timnas Indonesia, Aji Santoso mengatakan, Indonesia harusnya bisa mempertahankan keunggulan pada leg pertama melawan Singapura. Menurutnya, kemenangan Indonesia tertunda karena inkonsistensi permainan tim.

"Setelah memimpin 1-0 tetapi intensitasnya menurun sehingga membuat lawan bisa mencetak gol dan akhirnya mental lawan tim main,” ujar Aji Santoso saat dihubungi, Kamis (23/12).

Menurut Aji, timnas Indonesia sudah mengawali permainan babak pertama dengan baik dengan pressing ketat dan ditambah intensitas menyerang yang tinggi. Namun, di babak kedua, hal itu tidak terlihat dan membuat Singapura mampu mengembangkan permaian dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.

"Mereka tidak boleh mengendurkan pressing. Karena terbukti, ketika anak-anak menurunkan tempo permainan, Singapura berkembang dan terjadilah gol penyeimbang itu,” kata Aji.

Menurutnya, satu gol dan beberapa peluang Singapura di babak kedua tercipta karena lengahnya para pemain Timnas Indonesia. Situasi ini sangat berbeda dibanding babak pertama ketika pengawalan ketat dilakukan para pemain Timnas terhadap pemain Singapura yang menguasai bola.

Humas PSSI/Timnas Indonesia

The Lions--julukan Singapura--nyaris tak memiliki peluang di sepanjang babak pertama karena para pemain Timnas Indonesia tak melakukan kesalahan dan memiliki koordinasi yang baik.

Permainan agresif dan penuh determinasi sepanjang permainan memang jadi ciri Timnas Indonesia bersama Shin Tae Yong. Gaya bermain itu pula yang berhasil membuat Malaysia tidak berkutik hingga akhirnya takluk 1-4 di laga terakhir penyisihan grup.

"Bermain konsisten dalam 90 menit penuh memang tidak mudah. Tapi itu bisa dilakukan kalau para pemain memiliki ketenangan, bermain efektif, tidak mudah kehilangan bola,” jelas Aji.

Pelatih Indonesia Shin Tae Yong seusai pertandingan mengaku kurang puas dengan hasil imbang yang didapat anak asuhnya. Ia cukup menyayangkan Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan gagal mempertahankan keunggulan atas Singapura.

Shin Tae Yong menyebut faktor stamina berpengaruh besar pada pola permainan Timnas Indonesia yang menurun di babak kedua.

Mantan pemain Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto mengatakan, pertahanan Singapura sangat bagus, sehingga membuat skuad Garuda kesulitan membuat peluang.

"Singapura bermain defensif dan organisasi pertahanan mereka sangat baik,” kata mantan pelatih Sabah FA itu.

Namun, ia tetap memuji permainan anak asuh Shin Tae-yong khususnya di babak pertama dan berhasil mengontrol permainan sekaligus mencetak gol terlebih dahulu.

"Sayang di babak kedua tempo agak turun dan kita kecolongan satu gol," ujarnya.

Mantan kapten timnas Indonesia Charis Yulianto meyakini Indonesia bisa tampil lebih baik di leg kedua melawan Singapura dan bisa tampil konsisten seperti melawan Malaysia di fase grup.

Menurutnya, skuad Garuda mempunyai keunggulan fisik maupun mental daripada Singapura. Indonesia memiliki sosok pelatih cerdas asal Korea Selatan Shin Tae-yong yang dinilai sebagai sosok pelatih yang memiliki banyak taktik.

"Yang pasti kami berharap bisa menjaga konsistensi permainan seperti lawan Malaysia. Mudah-mudahan bisa mengatasi kalau konsisten sama seperti lawan Malaysia," jelasnya.

Optimalkan Egy

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengapresiasi perjuangan timnas Indonesia pada laga tersebut. Namun, ia menilai harus ada evaluasi dari Shin Tae-yong, karena penampilan para pemain timnas terkesan menurun.

‘’Babak pertama kita sudah bermain baik. Tetapi, di pertengahan babak kedua kita kendur. Ini harus diperbaiki oleh Shin Tae-yong agar bisa tampil maksimal di laga kedua nanti,’’ kata Iwan Bule sapaan karibnya.

"Masih ada satu laga untuk memastikan tiket ke final. Kita tetap harus fokus dan jangan lengah. Sebab, segala sesuatunya masih bisa terjadi," lanjutnya.

Antara Foto/SIGID KURNIAWAN, Egy Maulana Fikri

Kehadiran Egy Maulana Vikri juga dinantikan publik agar bisa menambah agresifitas serangan timnas Indonesia. Egy baru tiba di Singapura setelah menempuh perjalanan dari Slovakia pada Senin (20/12).

Shin Tae-yong menyebut bahwa Egy bisa saja dimainkan pada leg kedua. Akan tetapi, ia akan melihat kondisinya lebih dulu.

"Egy Maulana Vikri mungkin akan main pada leg kedua, tapi masih harus dilihat lagi kondisinya, juga pemain lainnya di skuad, baru setelah itu saya bisa memutuskan," kata Shin Tae-yong. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

Saran Ozil Untuk Sepak Bola Indonesia

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:33 WIB
PEMERINTAH Indonesia dan PSSI harus berani melakukan investasi besar di sektor infrastuktur dan akademi pemain muda untuk kemajuan dunia...
Dok PSSI

Timnas U-19 Bersiap Ikuti Turnamen di Prancis

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 Mei 2022, 19:36 WIB
Keikutsertaan pada turnamen itu menjadi bagian persiapan Piala Dunia U-20 pada 2023...
Glyn KIRK / AFP

Era Boehly Datang, Chelsea akan Bangun Kembali Skuad

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:21 WIB
Era baru Chelsea setelah Roman Abramovich akan segera dimulai. Pemerintah Inggris dan Liga Primer akhirnya menyetujui penawaran oleh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya