Jumat 23 April 2021, 14:14 WIB

Liga Super Eropa yang Layu Sebelum Berkembang

Antara | Sepak Bola
Liga Super Eropa yang Layu Sebelum Berkembang

Paul ELLIS / AFP
Fans Leeds United memprotes wacana Liga Super Eropa

 

KETIKA klub-klub para pendiri Liga Super Eropa satu per satu meninggalkan rencana kompetisi senilai 4,5 miliar pound (Rp90 triliun) hanya 50 jam setelah diumumkan Minggu malam pekan lalu itu, saling lempar batu sembunyi tangan pun terungkap.

Ide dasar liga ini mempertemukan 15 klub pendiri yang selamanya tak tergantikan dalam kompetisi ini dan lima lainnya yang bisa diambil dari klub-klub lain berdasarkan performa. Kompetisi 20 klub ini membuat mereka mencampakkan Liga Champions.

Tetapi sampai diumumkan Minggu malam, ternyata hanya ada 12 klub pendiri yang menandatangani proposal ini.

Keduabelas klub itu adalah Real Madrid, Liverpool, Manchester United, Juventus, Arsenal, Barcelona, Milan, Inter Milan, Atletico Madrid, Chelsea, Manchester City, dan Tottenham. Mereka gagal membujuk Bayern Muenchen dan Paris Saint Germain untuk bergabung.

Tidak itu saja manuver mereka membuat geram komunitas sepak bola, entah itu otoritas sepak bola, otoritas liga, klub-klub lain, pemerintah, pemain, pelatih dan tentu saja pendukung sepak bola.

Akibatnya, proposal itu seketika lenyap setelah hampir seluruh klub pendiri balik badan tak kuasa menghadapi penentangan hebat dari komunitas sepak bola, termasuk dari pemain dan penggemar.

Baca juga: Barcelona Bersikeras Menolak Liga Super Eropa Adalah Kesalahan

Media massa Inggris, salah satunya The Guardian, kemudian menurunkan laporan apa yang terjadi di belakang layar yang membuat proposal ini layu sebelum berkembang dan berhenti sama sekali sekalipun para penggagasnya menyatakan proposal ini hanya ditunda untuk sementara.