Selasa 14 Maret 2017, 22:30 WIB

Ekosistem Hiu Paus di Teluk Cenderawasih Terancam

Antara | Nusantara
Ekosistem Hiu Paus di Teluk Cenderawasih Terancam

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

 

SEJUMLAH lokasi penyangga makanan hiu paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), Provinsi Papua Barat, mulai terancam, kata Kepala Balai Besar TNTC Ben G Saroi, di Manokwari, Selasa (14/3).

Ben mengatakan, pihaknya terus melakukan kajian untuk menjaga ekosistem terestrial di kawasan tersebut sebagai penyangga makanan hiu paus tidak rusak.

Dia menyebutkan, hiu paus di kawasan taman nasional itu, terutama di perairan Kuatisore Nabire, Papua, memakan ikan puri dan plankton kecil. Ekosistem terestrial di kawasan tersebut harus dijaga agar tidak berdampak negatif terhadap keberadaan hiu.

"Makanan hiu paus itu ikan puri dan hewan kecil di laut maupun tempat pemijahan ikan puri berada di sungai. Kalau sungai rusak dan ikan puri berkurang, hiu paus yang menjadi primadona di kawasan tersebut bisa saja pindah ke tempat lain," katanya lagi.

Di Nabire, lanjutnya, terdapat empat sungai yang menjadi lokasi penyangga makanan hiu paus, yakni Sungai Bumi, Karabiri, Iwanggar, dan Sungai Sima. Empat sungai tersebut merupakan lokasi pemijahan ikan puri yang harus selalu dijaga secara baik.

Ia menyebutkan, beberapa ancaman selain penyangga makanan juga harus menjadi perhatian. Kerja sama antara BBTNTC, Universitas Papua dan World Wide Fund for Nature (WWF) diharapkan menjadi solusi atas persoalan tersebut. Melalui kerja sama tersebut, katanya, ke depan akan dibangun sale terapung di Kawasan Soa, Nabire. Kehadiran sale terapung diharapkan mampu menekan eksploitasi berlebihan ikan di kawasan tersebut.

"Masyarakat pun harus terus diedukasi dan dilibatkan langsung dalam pengelolaan pariwisata, sehingga mereka bisa sejahtera melalui pengelolaan wisata tanpa harus mengeksploitasi secara berlebihan kekayaan alam," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More