Rabu 15 Maret 2017, 01:15 WIB

Rizieq masih Disidik

(BU/OL/N-2) | Nusantara
Rizieq masih Disidik

AFP PHOTO / POOL / RAISAN AL FARISI

 

KASUS penistaan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab tidak ditutup. Penyidik Polda Jawa Barat yang memeriksa kasus ini memastikan masih terus melakukan proses pemberkasan. “Kami sudah tidak menunggu saksi meringankan yang rencananya dihadirkan tersangka. Kami sudah memberi waktu dan ternyata tidak dimanfaatkan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus, di Bandung, Selasa (14/3). Ia memastikan proses pemberkasan terus berjalan. “Tidak benar pemberkasan ini berjalan lambat dan terkait deal politik seputar pilkada DKI Jakarta.”

Pemberkasan ini, Yusri mengakui, tidak secepat waktu yang diambil penyidik untuk menetapkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu sebagai tersangka. Alasannya, penyidik ingin berkas bisa langsung diterima penuntut umum atau kejaksaan. Mereka tidak ingin berkas dikembalikan dengan alasan kurang lengkap. Menurut dia, penyidik Polda Jawa Barat tidak akan bertindak gegabah dalam pemberkasan. “Ini menyangkut kredibilitas kinerja Polri dalam menangani kasus yang ada.”

Yusri berharap dalam waktu dekat berkas awal akan dilimpahkan ke kejaksaan. Komitmen serupa juga ditunjukkan Polda Bali dalam menangani kasus dengan tersangka Munarman, juru bicara FPI. Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus terus menyidik kasus pencemaran dan fitnah terhadap pecalang. “Penyidikan masih kami lakukan. Prosesnya berjalan seperti biasa dan kami terus melengkapi berkas untuk diserahkan kepada kejaksaan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Komisaris Besar Kennedy.

Ia menjamin berkas kasus Munarman dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke kejaksaan. Dalam beberapa waktu ke depan, penyidik masih harus melakukan sejumlah penelusuran informasi dan melengkapi barang bukti. Dalam kasus serupa, penyidik juga sudah menetapkan Hasan Ahmad, pengunggah video Munarman ke Youtube. Pelaku sudah ditetapkan sebagai DPO dan masih dilacak. “Penyidik belum menemukan keberadaannya. Dia sudah kami masukkan daftar pencarian orang,” lanjut Kennedy.

Hasan Ahmad mengunggah video kedatangan tim FPI yang dipimpin Munarman ke Kantor Kompas TV. Di lokasi itu, Munarman menyatakan pecalang melempari tempat ibadah dan melarang umat Islam menggelar salat Jumat. Polisi sudah melayangkan panggilan pertama kepada Hasan Ahmad pada 10 Februari. Ia tinggal di Malang, Jawa Timur. Panggilan itu diabaikan dan keberadaannya tidak diketahui. (BU/OL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More