Selasa 14 Maret 2017, 20:28 WIB

Tujuh Kasus Lumpuh Layu di Morowali Utara, Dua Meninggal Dunia

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Tujuh Kasus Lumpuh Layu di Morowali Utara, Dua Meninggal Dunia

THINKSTOCK

 

DINAS Kesehatan Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menemukan tujuh kasus penyakit lumpuh layu di tiga kecamatan di wilayah itu. Satu dari mereka dapat disembuhkan, empat sedang penanganan medis, dan dua telah meninggal dunia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara, Delnan Lauende, menuturkan, virus yang menyerang Delviana Tampoma, 14, Livi Gayumbo, 13, Agnes, 20, dan dua penderita lumpuh layu yang meninggal dunia, Marinus, 18, dan Andri Tarukalo, 17, sudah diidap sejak kecil.

Empat orang itu ialah warga Desa Saemba Walati kecuali Agnes yang tercatat sebagai warga Desa Saemba. Kedua desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Mori Atas.

Selain mereka, lanjut Delnan, ada dua penderita lumpuh layu lainnya di Desa Londi Mori Atas dan Desa Pawaru, Kecamatan Lembo Raya. Sayangnya, kedua penderita penyakit ini sulit disenmbuhkan karena usia telah dewasa.

"Kasus lumpuh layu di tiga desa itu baru terdeteksi secara tak sengaja baru-baru ini. Harusnya laporan dari Puskesmas setempat sudah masuk sejak dahulu," ujar Delnan di Morowali Utara, Selasa (14/3).

Berbeda pada kasus lumpuh layu yang dialami Moh Sakih Hidayat. Warga Desa Tambale Kecamatan Mamosalato berusia 14 bulan ini dapat disembuhkan. Pasalnya, deteksi dini telah dilakukan serta proaktif oleh Puskesmas Pandauke yang melaporkan kasusnya ke pihak dinas kesehatan.

Delnan mengaku heran atas temuan itu, sebab sebelumnya Dinkes Morowai Utara sukses melaksanakan program imunisasi. Agar tidak terjadi lagi, dia mewajibkan tenaga medis di 122 desa dan tiga kelurahan se-Morowali Utara melaporkan jika menemukan kasus serupa.

"Lumpuh layu bisa disembuhkan asalkan pengidapnya terdeteksi sejak usia 12 bulan. Semoga kasus seperti ini tidak lagi terjadi," imbuhnya.

Sementara itu, pengelola Imunisasi pada Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Morowali Utara, Elsy Simbangu, menambahkan, lima kasus di Saemba dan Saemba Walati diketahui setelah dia bertanya kepada salah seorang tenaga medis.

"Saya juga tidak habis pikir karena kasus ini sudah ada sejak lama tapi tidak dilaporkan Puskesmas Lea yang menangani masyarakat Saemba dan Saemba Walati," kata Elsy.

Menurutnya, yang mendatangi kedua desa itu, warga setempat menyebut Marinus telah meninggal dunia 2014 silam. Sementara Andri Tarukalo meninggal dunia Selasa (7/3) pekan lalu.

Sebagai tindak lanjut penanganan terhadap para penderita polio, Elsy telah mengambil sampel feses untuk dikirim ke laboratorium terdekat. Namun, menurutnya, penderita lumpuh layu di atas 10 tahun sulit disembuhkan.

"Sampel feses siap dikirim. Kita juga tetap melakukan penanganan medis meski usia penderitanya sudah remaja atau dewasa," tandas Elsy. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More