Selasa 14 Maret 2017, 15:38 WIB

Mantan Bupati Kotabaru Divonis Hanya 4 Tahun Penjara

Deny Susanto | Nusantara
Mantan Bupati Kotabaru Divonis Hanya 4 Tahun Penjara

ANTARA

 

MANTAN Bupati Kotabaru periode 2010-2015, Irhami Ridjani yang menjadi terdakwa kasus tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang divonis 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin. Vonis tersebut jauh dari tuntutan yang diajukan jaksa, yakni 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Dalam sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Afandi, Selasa (14/3), Irhami dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan penjara.

Usai persidangan Irhami yang didampingi kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. Demikian juga pihak JPU menyatakan pikir-pikir.

Kasus yang menjerat mantan Bupati Kotabaru ini mulai bergulir pada pertengahan 2015 lalu. Tersangka yang waktu itu menjabat Bupati Kotabaru, dinilai telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menyalahgunakan wewenang dan memaksa pihak perusahaan untuk membayar klaim lahan miliknya di atas areal HGB PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) di Tarjun, Kotabaru.

Irhami dikenakan Pasal 12 huruf e UU nomor 31/1999 tentang tindak pidana korupsi jo UU nomor 20/2001. Terdakwa melakukan pemaksaan kepada karyawan dan direksi perusahaan dengan wujud ancaman, intimidasi dan menghambat proses perizinan kelistrikan yang diajukan pihak perusahaan.

Selain itu, Bupati Kotabaru 2010-2015 ini juga menerbitkan 17 buah surat keterangan tanah palsu dan mengajukan ganti rugi penawaran harga Rp50.000 permeter kepada perusahaan. Tidak sampai disitu, sebagai bupati, Irhami juga mengancam akan memagar, membuldozer lahan dan menanam pohon di areal HGB perusahaan, hingga akhirnya perusahaan terpaksa membayar klaim lahan sebesar Rp17,8 miliar. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More