Selasa 14 Maret 2017, 14:12 WIB

Calon Haji via Filipina Tagih Janji Pemprov

Lina Herlina | Nusantara
Calon Haji via Filipina Tagih Janji Pemprov

Dok. MI

 

KORBAN penipuan jemaah haji Sulawesi Selatan via Filipina yang akhirnya batal berangkat, Selasa (14/3) menemui Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang menanyakan kepastian nasib mereka.

Sebanyak delapan calon jemaah haji berasal dari Kabupaten Barru tersebut bahkan menagih janji Pemerintah Provinsi Sulsel untuk bisa memberangkatkan mereka tahun ini. Lantaran saat diterima di Bandara Hasanuddin sepulang dari Filipina sekitar dua tahun lalu mereka dijanjikan bisa berangkat oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Hujriah Hairu, salah satu korban jemaah haji mengatakan, kedatangan pihaknya pada pertemuan itu untuk mempertanyakan apakah ada kuota yang dipersiapkan untuk mereka agar bisa diberkangkatkan haji pada tahun ini.

"Kami meminta agar kasus kami bisa segera ditangani kepolisian dan dapat bisa menindak tegas pelaku penipuan kami bernama H Makmur. Dan paling tidak, kami juga bisa diberi kuota berangkat tahun ini. Tapi sepertinya itu tidak mudah," seru Hujriah.

Saat ini mereka masih menunggu dan menuntut ganti rugi dari PT Hasita Milik H Makmur. Tapi yang bersangkutan yang sudah divonis bersalah memilih dipidana penjara selama tiga tahun.

"Sekarang itu, H Makmur sudah jalani vonis dua tahun. Jadi sisa setahun lagi. Sama diminta ganti rugi Rp500 juta. Kalau dia tidak bisa bayar ditambah kurungan tiga bulan. Dan dia memilih dipenjara timbang ganti rugi uangnya kita ini," keluh Hujriah.

Jika dihitung-hitung, kerugian yang dialami jamaah calon haji sebanyak 18 orang asal Barru tersebut, itu bisa mencapai Rp150-an juta. Itu belum termasuk dari kabupaten lain.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengatakan, saat ini daftar tunggu jemaah haji Sulsel sebanyak 183 ribu orang. Itulah yang akan diprioritaskan sesuai dengan umur paling tua dan yang belum naik haji.

"Tapi untuk korban jamaah calon gaji via Filipina itu, kami akan berupaya membantu, agar pihak travel bisa memberi ganti rugi sesuai aturan penegak hukum," kata Agus.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More