Selasa 14 Maret 2017, 09:30 WIB

Anggota Brimob Tembak Mahasiswa

MI | Nusantara
no-image.jpg
 

DEDI, 25, mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember, Jawa Timur, tewas ditembak tepat di bagian wajahnya, Sabtu (11/3) dini hari. Kemarin (Senn, 13/3), Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin menyatakan pelakunya ialah anggota Polri berinisial BM.

"Dia anggota Brimob Polda Jawa Timur. BM sudah ditetapkan sebagai tersangka," papar Kapolda Jatim di Kantor Polres Jember. Dalam pemeriksaan tersangka sudah mengakui perbuatannya. Proses hukum terhadap pelaku sudah dilakukan secara intensif.

Machfud berjanji tersangka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. "Apalagi, dalam kasus ini korban sampai harus kehilangan nyawa."

Penembakan yang menimpa mahasiswa asal Bima, Nusa Tenggara Barat, itu terjadi di depan gedung eks Mal Hardis, Jalan Sultan Agung, Jember. Korban ditembak BM yang berpangkat brigadir satu dengan menggunakan pistol revolver kaliber 38.

Saat kejadian, korban tengah berboncengan dengan seorang anggota kepolisian dari Kepolisian Resor Bondowoso, Brigadir Kepala R. Keduanya baru pulang dari salah satu lokasi hiburan malam.

Dalam perjalanan, mereka merasa terhalangi oleh kendaraan Honda Jazz warna abu-abu bernopol N 573 RE. Dedi kemudian menghentikan mobil tersebut dan meluapkan amarah kepada pengemudi Honda Jazz berinisial BR.

Cekcok dan perkelahian pun terjadi. BM yang duduk di kursi depan Honda Jazz ikut turun, membantu BR menghadapi Dedi dan R, sambil mengeluarkan senjata api miliknya.

Setelah didahului dengan perebutan senjata, suara letusan terdengar. Dedi pun terkapar, tewas di tempat kejadian. BM dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 359 KUHP karena dianggap lalai. "Kalau perencanaan pembunuhan tidak ada karena ini spontanitas," tandas Kapolda.

Di Bali, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada David Taylor, wisatawan asal Inggris.

David terbukti melakukan penganiayaan hingga menyebabkan Aipda Wayan Sudarsa, anggota Kepolisian Sektor Kuta, tewas pada Agustus 2016 silam.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 170 KUHP," kata ketua majelis hakim, Yanto.

Dalam perkara yang sama, Sarah Connor, wisatawan asal Australia yang juga kekasih David, divonis empat tahun penjara. "Terdakwa ikut mengeroyok korban dan menindih punggung korban saat David beraksi," ungkap ketua majelis hakim, I Made Pasek. (FL/OL/N-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More