Senin 13 Maret 2017, 23:30 WIB

Daerah Abaikan Risiko Bencana

Administrator | Nusantara
Daerah Abaikan Risiko Bencana

ANTARA

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaksir kerugian materi akibat banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, sekitar Rp252,9 miliar.

Dampak kerugian bencana bisa diminimalkan apabila otoritas pemerintahan membangun daerah dengan berpegang pada analisis risiko bencana.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatra Barat, Uslaini, mengatakan bahwa konsep pembangunan di mana saja tidak pernah menggunakan analisis risiko bencana.

"Kalau kita melihat persoalan bencana di Limapuluh Kota yang menimbulkan kerugian Rp252 miliar karena pembangunan tidak pernah melihat risiko jangka panjang," kata Usliani, Senin (13/3).

Menilik topografi Kabupaten Limapuluh Kota merupakan daerah berbukit, lembah sempit, dengan sungai mengalir di tengah lembah.

Wilayah yang berada di kawasan Bukit Barisan ini sangat berisiko banjir dan longsor apabila hutan di hulu-hulu sungai dibabat habis.

Menurutnya, pada 2015 pernah ada penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana Provinsi Sumbar yang dilakukan BNPB.

"Sayangnya, data-data dan peta tidak digunakan dalam pengambilan kebijakan daerah," tambahnya.

Masih terkait dengan bencana, luapan permukaan Sungai Batanghari akibat hujan dan banjir kiriman dari wilayah hulu, mulai merendam sebagian ruas jalan nasional di jalur Lingkar Timur, tepatnya di Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Jambi.

Banjir menggenangi sepanjang 500 meter di ruas jalan nasional tersebut. Ketinggian air antara 30 cm hingga 50 cm.

"Air mulai naik sejak Minggu (12/3), tapi sekarang kian meninggi sehingga banyak kendaraan bermotor terjebak di genangan banjir," ujar Heru, warga setempat.

Pada bagian lain, rel kereta KM 110 Ciganea-Sukatani mengalami penurunan tanah sekitar 5 cm.

PT KAI Daop II Bandung telah mengerahkan petugas untuk menambah tumpukan kerikil pada tanah amblas.

Akibat penurunan tanah sepanjang 20 meter itu, pengoperasian kereta jurusan Bandung-Jakarta dipastikan tidak terganggu. PT KAI telah membatasi kecepatan kereta hanya 20 km per jam saat melintas di jalur tersebut.

"Kami pastikan perjalanan kereta tidak terganggu. Hanya kecepatan kereta saat melintas di jalur yang ambles dibatasi 20 km per jam," ujar Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung, Joni Martinus.

Saat ini, PT KAI Daop II sedang berkoordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian untuk penanganan permanen kerusakan di jalur tersebut. (YH/SL/RZ/N-3)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More