Kamis 02 Maret 2017, 20:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Direktur Produksi PT Citilink Indonesia

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
KPK Dalami Keterlibatan Direktur Produksi PT Citilink Indonesia

Ilustrasi---MI

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami keterlibatan mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia yang saat ini menjabat Direktur Produksi PT Citilink Indonesia, Hadinoto Soedigno dalam perkara suap Emirsyah Satar dari Rolls Royce. Hadinoto yang telah dicegah ke luar negeri dan masih berstatus saksi itu dinilai sangat strategis perannya dalam kasus dugaan suap Emirsyah.

"Keterangan saksi Hadinoto tentu penting bagi penanganan perkara ini. Dan sejak awal beberapa saksi kita cegah ke luar negeri karena kebutuhan keterangan saksi yang linier dengan indikasi perbuatannya, mengetahui apa yg terjadi pada saat itu," terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/3).

Menurut Febri, tadi Hadinoto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah Satar terkait suap sekitar Rp46 miliar dari Rolls Royce itu. KPK kini tengah mendalami soal perawatan pesawat dan mesin pesawat yang dibeli saat Emirsyah menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia.

"Apakah KPK dalam biaya perawatan pesawat dan mesin pesawat, tentu kami sampaikan bahwa indikasi suap ESA (Emirsyah Satar) ini terkait dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat tentu akan kita telusuri pengadaan dan klausulnya," jelas Febri.

Secara eksplisit, KPK ingin mengetahui klausul cakupan pelayan atau barang setelah diterima atau klausul perawatan dan siapa yang melakukan perawatan. "Tentu akan kita telusuri indikasi tersebut. Meski saat kita fokus juga dugaan tindak pidana yang dilakukan tersangka dalam pengadaan termasuk pada transaksinya yang kita lihat," pungkasnya.

Hadinoto usai diperiksa menutupi perannya dalam perkara suap Rolls Royce kapada Emirsyah Satar. Pasalnya, dia mengaku tidak terlibat dalam kasus yang menjerat mantan atasannya di BUMN bidang transportasi udara tersebut.

"Gak ada Pak... gak ada kaitannya (dengan perkara suap Emirsyah). Saya lelah mohon ijin saya mau pulang," ujarnya singkat.

Selain Hadinoto, KPK juga akan memeriksa dua mantan pegawai di PT Garuda Indonesia. Mereka adalah Sunarko Kuntjoro, Mantan EVP Engineering, Maintenance and Information System PT Garuda Indonesia, dan Dodi Yasendri, Mantan SM Maintenance Budget PT Garuda Indonesia. Sama halnya seperti Hadinoto, diperiksa sebagai saksi untuk Emirsyah Satar.

KPK telah mengungkap kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls Royce P.LC. pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Rolls Royce merupakan perusahaan yang menyediakan mesin dan pesawat tersebut.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu Emirsyah Satar (ESA) mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005-2014, dan Soetikno Soedarjo (SS), pendiri dari Mugi Rekso Abadi (MRA).

Emir diduga menerima suap senilai US$ 2 juta. Demikian pula dengan barang senilai US$ 2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia. Sebagai penerima, Emir disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More