Kamis 02 Maret 2017, 19:35 WIB

BNPT Akui Program Deradikalisasi Belum Optimal

Arga Sumantri | Politik dan Hukum
BNPT Akui Program Deradikalisasi Belum Optimal

ANTARA/Andika Wahyu

 

PENGAMAT menilai deradikalisasi yang digagas pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) belum optimal. Banyak narapidana teroris yang justru berulah lagi usai keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Bukan cuma pengamat, kami saja kurang merasa optimal, karena (program deradikalisasi) ini baru," kata Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris, Kamis (2/3).

Irfan memahami, siapapun bakal menilai program deradikalisasi yang belum berjalan optimal. Namun, ia enggan disebut gagal.

"Karena kita sudah berbuat," ucap dia.

Irfan mencatat setidaknya ada sembilan narapidana teroris yang benar-benar menjalani program deradikalisasi. Mereka sudah jadi warga binaan BNPT.

"Dan akan menambah lagi beberapa orang," lanjut dia.

Gegap gempita program deradikalisasi yang digagas pemerintah sejak 2014 jadi sorotan lagi. Program itu dinilai tak berhasil menekan aksi-aksi radikal seperti terorisme

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, deradikalisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh melalui jalan panjang buat mencapai tujuan deradikalisasi.

Formula deradikalisasi, kata Boy, juga mesti terus dieksplorasi. Hal itu karena tantangan melawan radikalisme dan terorisme kian variatif. Tidak mudah untuk mengembalikan para mantan narapidana terorisme ataupun yang baru terpapar radikalisme kembali ke jalan yang lurus.

"Perlu perjuangan, variasi program dan yang penting dapat menyentuh hati mereka," kata Boy Rabu 1 Maret 2017. MTVN/OL-2

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More