Sabtu 28 Februari 2015, 00:00 WIB

Pembangunan Sekolah Mangkrak, Alumni SMA 55 Gelar Solidaritas

Panji Ari Murti | Megapolitan
Pembangunan Sekolah Mangkrak, Alumni SMA 55 Gelar Solidaritas

MI/Angga Yuniar

 
SERATUSAN alumni SMAN 55 Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (28/2/2015) pagi  mengunjungi bekas sekolah mereka yang kini kondisinya memprihatinkan akibat pembangunan gedung yang terhenti. Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk dukungan dan juga solidaritas kepada siswa-siswa yang kini harus menumpang belajar di sejumlah Sekolah Dasar.

"Saya sangat terkesan dengan aksi yang dilakukan para alumni dalam mewujudkan acara ini.  Komunitas SMA 55 ternyata sangat bersahabat," kata Kartono, Kepala Sekolah SMAN 55 saat memberi sambutan di depan para alumni yang datang dari berbagai angkatan mulai dari  angkatan 80-an.

Kartono menjelaskan, masalah mangkraknya pembangunan gedung SMA 55 akibat belum lancarnya komunikasi antara Gubernur dan DPRD DKI saat ini. "Sebenarnya biaya untuk pembangunan gedung SMA 55 sudah teranggarkan, namun kita masih menunggu lancarnya komunikasi antara Gubernur dan DPRD," tuturnya.

Acara yang diberi nama "Piknik Yeuk" ini memang sengaja digelar para alumni lintas angkatan sebagai bentuk kepedulian moral karena melihat kondisi sekolah tempat mereka belajar dulu ternyata kini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain para alumni, hadir pula guru-guru yang telah bertahun-tahun mengajar di sekolah tersebut.

"Selanjutnya, dari pertemuan ini, kita semua bisa terus mengawal pembangunan gedung SMA 55 sampai selesai," ujar Kartono.

Kondisi SMAN 55 saat ini memang sangat memprihatinkan. Pancang-pancang terbengkalai karena pembangunannya terhenti sejak dua tahun yang lalu. Akibatnya rumput-rumput dan tanaman liar tumbuh di area sekolah.

"Pembangunan yang mangkrak, oh SMA 55 riwayatmu kini," kata Afriyudin Afri seorang alumni yang hadir.

"Semoga kisruh APBD segera selesai, sehingga pembangunan sekolah kami SMAN 55 cepat selesai," timpal Resi Ario Bismo, alumni lainnya.

Saat ini ratusan siswa SMAN 55 menumpang belajar di dua gedung yang disewa pihak sekolah, yaitu di STIE Tuntas Nusantara Jakarta Timur dan SDN 01 dan 03 Pengadegan Jakarta Selatan. Akibatnya, kegiatan belajar dan mengajar pun berubah, ditambah pula fasilitas yang tidak sesuai seperti laboratorium untuk praktikum.

Para siswa dan pengajar pun berharap proyek pembangunan bisa dilanjutkan dan segera rampung, agar siswa dapat belajar dengan normal.(PJ)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More