Rabu 25 November 2015, 00:00 WIB

Temu Zapin Nusantara Lestarikan Budaya Bangsa

MI/Bay | Humaniora
Temu Zapin Nusantara Lestarikan Budaya Bangsa

MI/RAMDANI

 
Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud menggelar festival tari khas Indonesia, Tari Zapin melalui Temu Zapin Nusantara. "Kegiatan ini bertujuan memacu para seniman kita berkarya terhadap khazanah Zapin yang dimiliki Bangsa Indonesia. Sehingga Zapin akan menjadi khazanah budaya yang perlu ditingkatkan menjadi milik nasional,"kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbud,Kacung Marijan kepada wartawan di Kemendikbud Jakarta,kemarin.

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini menjelaskan Tari Zapin merupakan salah satu tarian muda-mudi asli Indonesia yang menjunjung tinggi nilai sopan santun. Tari Zapin berkaitan dengan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Islam tidak semata sebagai agama tetapi juga menyisipkan bentuk seni yang indah. Zapin masuk ke tanah air terkait erat masuknya Islam pada abad 13 Masehi. Kesenian yang dibawa para pendatang tersebut kemudian berkembang di kalangan masyarakat pemeluk agama Islam, sekarang Zapin dapat ditemukan hampir di seluruh daerah pesisir Nusantara.

Direktur Kesenian, Endang Caturwati, menambahkan Temu Zapin Nusantara 2015 ini akan diikuti antara 15-17 peserta dari seluruh Indonesia Menurut Endang, acara Temu Zapin Nusantara 2015 akan diselenggarakan pada tanggal 28 hingga 29 November 2015 di Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Endang berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kesadaran generasi muda pada keragaman tarian khas Indonesia serta bisa masuk menjadi kurikulum di sekolah.

Ketua Penyelenggara Tom Ibnur mengatakan tari Zapin dikenal sebagai tari pergaulan, jadi pada saat tampil tidak ada jarak antara penampil dan penonton. Acara Temu Zapin 2015 dimeriahkan dengan Pementasan Zapin, Sarasehan Zapin dan Workshop Zapin. Adapun group Zapin yang akan tampil antara lain dari Sulawesi Selatan,Sulawesi Tenggara,Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Jambi, Riau Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More