Selasa 24 November 2015, 00:00 WIB

Indonesia Optimistis Bebas HIV pada 2030

Tlc/H-1 | Humaniora
Indonesia Optimistis Bebas HIV pada 2030

ANTARA/JEFRI ARIES

 
PEMERINTAH menargetkan pada 2030 tidak akan ditemui kasus infeksi HIV baru, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS di Indonesia.

Target itu disampaikan pada The 12th Inter-Ministerial Conference on Every Woman, Every Child (EWEC) and Every Adolescent & Launching of EWEC Framework, di Bangabandhu International Conference Centre (BICC), Dhaka, Bangladesh, akhir pekan lalu.

"Ini memang butuh kerja keras. Mewujudkan tiga nol, nol infeksi baru HIV, nol kematian terkait AIDS, dan nol diskriminasi, butuh komitmen yang kuat dari para pemangku kepentingan nasional serta dukungan dari masyarakat global," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty, yang bertindak sebagai pembicara kunci pada pertemuan itu.

Guna mencapai target tersebut, pemerintah membuat peta jalan pengendalian HIV/AIDS.

Lewat peta jalan itu, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperluas deteksi dini, pencegahan, pengobatan, dan pemantauan secara berjenjang.

Surya mengatakan, mulai 2016, kegiatan percepatan pemeriksaan HIV dan penyakit kelamin sifilis pada ibu hamil akan menjadi kegiatan prioritas.

Pada 2019, ditargetkan 90% populasi kunci dapat mengetahui status infeksi mereka. Selain itu, semua bayi dengan ibu positif HIV mendapatkan tes diagnostik dini.

Pada 2020 diharapkan semua bayi bebas dari HIV, sifilis, dan hepatitis. Dengan demikian, pada 2027 ditargetkan sebesar 90% dari populasi kunci atau kelompok berisiko sudah diketahui statusnya.

Minimal 90% orang yang hidup dengan HIV mendapatkan obat antiretroviral (ARV), dan 90% dari orang yang hidup dengan HIV menekan (viral load) HIV mereka.

"Kalau semua peta ini dijalankan, target tiga nol pada 2030 pasti akan tercapai," sebut Surya yang juga menjabat board member (anggota dewan) yang mewakili pemerintah Indonesia dalam Partners in Population and Development (PPD).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More