Selasa 24 November 2015, 00:00 WIB

22 Situs Musik Ilegal Ditutup

Melati Yuniasari Fauziyah | Humaniora
22 Situs Musik Ilegal Ditutup
 
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menutup 22 situs musik ilegal.

Sebelumnya, Kemenkominfo menutup akses 22 situs yang melanggar hak cipta atas karya film.

"Kerja sama sebelumnya bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) menutup situs ilegal yang melanggar hak cipta atas karya film, dan sekarang ini penutupan situs musik ilegal," ujar Dirjen Aplikasi Informatika Bambang Heru Cahyono dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Penutupan situs musik ilegal itu atas permintaan Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan pelanggaran hak cipta berdasarkan pengaduan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri).

Situs yang ditutup antara lain laguhit.com, mp3days.net, weblagu.com, wapkalagu.com, iozmusik.com, lagu.in, carilagu.net, bursalagu.com, beemp3s.org, arenalagu.com, dan saranmu.com.

Bambang berharap pengguna internet dapat menggunakan situs-situs musik legal, antara lain Langit Musik, Arena Musik, Melodi Online (Melon), Guvera, Joox, dan Volup.

Dewan Pimpinan Asiri Toto Widjojo berharap penutupan situs musik ilegal tidak hanya 22 situs.

"Karena masih banyak yang harus ditutup. Mohon dukungan dari Kemenkominfo untuk mendukung penutupan situs musik ilegal."

Ia memperkirakan sekitar 6 juta lagu yang diunduh melalui situs ilegal per hari-nya.

"Kalau kita pakai angka (perkiraan harga jual) Rp1.000 (per lagu), asumsi pengukuran angka terendah, kerugian per harinya mencapai Rp6 miliar. Padahal, lagu di Itunes paling rendah itu Rp7.000, artinya kalau dihitung, angka kerugiannya semakin tinggi."

Didukung
Direktur Fasilitasi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI), Kementerian Hukum dan HAM, Robinson Sinaga menyatakan pihaknya mendukung upaya penutupan situs ilegal.

Hal senada juga diungkapkan artis Gita Gutawa. Ia pun berharap adanya penutupan situs ilegal dapat turut menambah pendapatan negara melalui pajak.

"Mudah-mudahan ini menjadi tahap awal yang baik pada perubahan mental juga. Mental yang harus menghargai industri kreatif karena berpengaruh juga dengan pendapatan negara agar negara tidak ikut dirugikan. Ke depannya semoga ada kerja sama yang lebih komprehensif lagi dengan berbagai pihak supaya situs ilegal ini enggak muncul lagi," tukasnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri sejumlah pelaku industri musik dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri antara lain Giring 'Nidji', Gita Gutawa, Govinda, Soulvibe, Samsons, Merpati Band.

Dari luar negeri hadir Arkarna dan Joshua Ledet, finalis American Idol.

Sebagai pelaku industri musik, Giring 'Nidji' menilai langkah Kemenkominfo merupakan langkah yang tepat dan berharap hal itu bisa memajukan industri musik dalam negeri.

"Semoga industri musik bisa jadi 'raja' dan 'ratu' kembali," ujarnya. (H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More