Selasa 24 November 2015, 00:00 WIB

Musik dan Pascaoperasi

Fox News/Aya/X-5 | Humaniora
Musik dan Pascaoperasi

MI/DUTA

 

MUSIK bukan hanya baik untuk jiwa, melainkan juga mampu membantu penyembuhan pascaoperasi.

Menurut penelitian, pasien operasi yang mendengarkan musik memiliki level rasa sakit, kecemasan, tekanan darah, dan detak jantung yang lebih rendah.

Penelitian University of Zurich, Selandia Baru, itu menggunakan data dari 47 kajian. Tujuannya melihat efek musik sebelum prosedur operasi, efek di ruang operasi, dan menilai pascaoperasi.

Hasilnya musik berkaitan dengan pengurangan rasa sakit 31%, 29% penggunaan obat penghilang rasa sakit, dan 34% pengurangan rasa cemas. Dengan musik pula tekanan darah berkurang 40% dan detak jantung berkurang 27%.

Bahkan, ketika pasien diminta memilih jenis musiknya sendiri, efek musik mengalami peningkatan.

Musik yang dipilih sendiri berkaitan dengan 35% pengurangan level rasa sakit. Dengan musik yang dipilihkan, level rasa sakit berkurang 26%. Dengan memilih musik sendiri kecemasannya berkurang 47%. Namun, tidak ada perbedaan detak jantung dan tekanan darah jika pasien memilih musik sendiri atau dipilihkan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More