Jumat 03 Februari 2017, 15:39 WIB

Akom Mengaku tak Tahu Aliran Dana Proyek KTP-E

Achmad Zulfikar Fazli | Politik dan Hukum
Akom Mengaku tak Tahu Aliran Dana Proyek KTP-E

ANTARA

 

MANTAN Ketua DPR RI Ade Komarudin hari ini diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-E).

Namun, kepada wartawan, pria yang akrab disapa Akom itu berdalih tak tahu banyak soal proyek KTP-E yang berujung pada korupsi tersebut.

"Saya tentu diminta keterangannya menyangkut KTP-E, yang saya tahu cuma sedikit," kata Akom di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/2).

Politikus Partai Golkar itu mengaku telah menjelaskan semua yang diketahuinya tentang proyek tersebut kepada penyidik. Menurut dia, apa yang ia sampaikan merupakan bentuk dukungannya kepada KPK dalam menuntaskan kasus yang merugikan negara hingga triliunan rupiah itu.

"Saya sampaikan apa adanya dan itu tentu merupakan bentuk dukungan saya kepada KPK untuk menuntaskan seluruh kasus korupsi di negeri ini," tukas dia.

Terkait adanya aliran dana yang diterima anggota Dewan dalam proyek ini, anggota Komisi IX itu mengaku tak tahu menahu. "Saya sudah sampaikan semua yang saya tahu, tapi kalau urusan aliran dana begitu saya enggak tahu," kata dia.

KPK sebelumnya mencurigai ada pelaku lain dalam kasus korupsi KTP-Edi luar tersangka Irman dan Sugiharto. Pasalnya, kerugian yang ditimbulkan cukup signifikan.

KPK sudah memeriksa sekitar 200 saksi, termasuk pegawai di Kementerian Dalam Negeri serta anggota dan mantan DPR terkait kasus tersebut. KPK berpeluang menetapkan tersangka baru jika ditemukan alat bukti baru.

KPK baru menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman, dan pejabat pembuat komitmen dalam proyek pengadaan KTP-E, Sugiharto. (MTVN/X-12)

Baca Juga

Dok. Bakamla RI

Cegah Covid-19, Bakamla Pastikan TKI Kembali Lewat Jalur Legal

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:05 WIB
TKI yang pulang melalui jalur tikus khususnya dari Malaysia akan diarahkan ke dua pelabuhan resmi yakni Batam dan Tanjung Balai Karimun...
MI/M Irfan

Anggota Fraksi NasDem DKI Sumbang Gaji 5 Bulan untuk Covid 19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:00 WIB
Atas dasar kemanusian seorang anggota DPRD DKI sumbangkan gaji dan tunjangan selama lima bulan kedepan untuk penanganan covid 19 di Ibu...
Ilustrasi

PLN Akan Bebaskan Tagihan Listik 450 Va

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 31 Maret 2020, 18:51 WIB
PLN bebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (Va) serta diskon pembayaran 50 persen untuk tujuh juta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya