Jumat 03 Februari 2017, 14:10 WIB

Indonesia Banyak Dapat Kiriman Narkoba Asal Malaysia

Ilham Wibowo/MTVN | Politik dan Hukum
Indonesia Banyak Dapat Kiriman Narkoba Asal Malaysia

Ilustrasi

 

KETATNYA pengawasan dan sanksi berat bagi penyelundup narkoba yang akan masuk ke Malaysia membuat penjahat narkotika ini keder. Ada kecenderungan mereka mengalihkan operasinya ke Indonesia.

Buktinya, dalam satu bulan memasuki 2017, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan sebanyak 20 kasus penyelundupan telah terjadi dan berhasil ditindak. Tidak tanggung-tanggung barang bukti sabu dengan total berat 2.156 kilo gram telah disita.

"Dari data tersebut, 54,7 persen kasus penyelundupan yang diungkap Bea Cukai berasal dari Malaysia," kata Heru di Pelabuhan Muara Angke, Jumat (3/2).

Jalur laut masih mendominasi sejumlah penemuan upaya penyelundupan. Pelaku menyewa kapal milik nelayan untuk mengelabui petugas. "Penyelundupan sebagai barang bawaan pribadi yang dilekatkan di badan mengelabui petugas," kata Heru.

Menurut Heru, upaya penindakan ini merupakan bukti keseriusan pemerintah memberantas peredaran narkoba. Bea Cuka bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional serta Kepolisan tidak akan segan melakukan penindakan.

"Sesuai dengan perintah Presiden yang menyatakan perang tehadap narkoba, seluruh elemen masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam pemberantasan dan menindak tegas terhadap para pengedar," ujarnya.

Pada Jumat (3/2) diadakan operasi penggerebekan, di pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengatakan, pihaknya telah mencium pergerakan jaringan narkoba internasional dengan otak pelaku warga negara Malaysia.

Petugas telah mengikuti pengiriman barang haram ini sejak berada di Johor. "Operasi ini dilakukan oleh BNN Kepolisian, Bea Cukai dan Imigrasi. Barang (narkoba) berasal dari Malaysia," kata Arman.

Rencananya, narkotika jenis shabu ini akan diselundupkan menggunakan kapal laut tujuan Jakarta. Petugas kemudian menyergap kedatangan pelaku yang diketahui berjumlah 5 orang di Pelabuhan Muara Angke.

Sementara satu orang yang merupakan otak pelaku sudah berada di sekitar pelabuhan. Otak pelaku ini diketahui sebagai warga negara Malaysia bernama Sahrir Bin Kasban.
"Ia mesti dilumpuhkan lantaran berusaha melawan petugas dan melarikan diri. Pelaku melawan kemudian melarikan diri. Kita tembak kemudian di bawa ke RS dan meninggal," ucapnya.

Petugas pun lantas menyita 14 kilo gram narkotika jenis shabu sebagai barang bukti. Selain menahan pelaku yang berperan sebagau kurir, petugas juga telah menyita kapal KM Dzaky Pratama-02 milik pelaku dengan nomor GT l.6.IHNO.14120.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More