Jumat 03 Februari 2017, 09:12 WIB

Ada Tersangka Proyek Jalan di Papua

Nyu/P-2 | Politik dan Hukum
Ada Tersangka Proyek Jalan di Papua

Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) berbicara kepada pers setelah menerima kunjungan Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/2). -- MI/Rommy Pujianto

 

KETUA KPK Agus Raharjo membenarkan akan ada tersangka dalam proyek jalan di Papua. Proyek tersebut ialah peningkatan Jalan Kemiri-Depapre sepanjang 24 kilometer dengan dana Rp89 miliar dari APBD 2015.

Meski membenarkan pengusut­an kasus itu telah dalam tahap penyidikan dan sudah ada tersangka, Agus masih enggan mengungkapkan identitasnya saat ini. “Ya, itu kita tunggulah, nanti ada konferensi pers mengenai itu (penetapan tersangka),” ujar Agus seusai menerima kunjungan Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan di Gedung KPK Jakarta, kemarin.

Pengumuman tersangka dalam kasus tersebut, kata Agus, akan disampaikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah dalam waktu dekat. Tidak diumumkannya nama tersangka karena KPK tidak ingin mengganggu proses penggeledahan oleh penyidik KPK di Kantor Dinas PU Papua yang dilakukan sejak Rabu (1/2) malam. “Supaya tidak ganggu teman-teman (penyidik) di lapangan,” ucapnya.

KPK tidak menampik jika pengusutan kasus tersebut merupakan kerja sama antara KPK dan Bareskrim Polri sebab KPK selalu bekerja sama dengan aparat penegak hukum lain dalam pemberan­tasan korupsi. “Kita selalu bekerja sama dengan aparat hukum lain. Terbuka untuk itu.’’

Diketahui penyidik KPK dan Bareskrim Polri menggeledah kantor PU yang berada di kawasan Kantor Gubernur Papua, Jalan Soa Siu Dok 2 Bawah, Kota Jayapura,

Tim penyidik yang berjumlah sekitar 10 orang tiba di kantor tersebut sekitar pukul 09.30 WIT. Para penyidik itu langsung menuju ruangan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) di lantai tiga Kantor Gubernur Papua.

Sebelumnya, pada Rabu malam, penyidik KPK dan Bareskrim Polri juga menggeledah rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua Maikel Kambuaya dan Kantor Dinas PU Provinsi Papua. Dari tempat itu, penyidik membawa dokumen dalam tiga koper.

Maikel Kambuaya mengatakan tidak ada proyek fiktif di lingkungan kerjanya termasuk pembangunan Jalan Depapre yang kasusnya ditangani KPK dan Bareskrim Polri. (Nyu/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More