Jumat 03 Februari 2017, 09:02 WIB

Peran Direksi Garuda Ditelusuri

Nyu/P-2 | Politik dan Hukum
Peran Direksi Garuda Ditelusuri

diperiksa penyidik KPK sebagai saksi kasus dugaan suap pembelian pesawat Airbus dan mesin Rolls Royce oleh Garuda Indonesia. -- MI/Rommy Pujianto

 

ELISA Lumbatoruan menyebut pembelian mesin jet Trent 700 dari pabrikan Rolls-Royce untuk armada pesawat Airbus merupakan hasil rapat Direksi Garuda Indonesia. Hal itu ia katakan seusai diperiksa untuk tersangka mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Gedung KPK Jakarta, Kamis (2/2).

“Saya ikut merupakan anggota direksi yang memutuskan, yang membuat keputusan-keputusan (pembelian mesin Rolls-Royce) waktu itu. Proses pengambilan keputusan saat rapat direksi,” jelas Elisa.

Meski demikian, ia enggan mengungkapkan apakah keputusan direksi tersebut hasil pengaruh Emirsyah Satar sebagai dirut. “Saya tidak mau jawab,” kilahnya.

Dalam pemeriksaan itu, Elisa mengklarifikasi jika dirinya bukan diperiksa dalam kapasitas Dirut PT ISS Indonesia, melainkan sebagai mantan Direksi Garuda dalam kurun 2007-2013.

Dalam kurun tersebut ia menduduki tiga jabatan, yakni direktur strategi dan IT selama 3 tahun, direktur keuangan selama 2 tahun, dan direktur sistem marketing selama 1 tahun.

Dalam pemeriksaan itu, ia diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai direktur strategi dan IT. Ia ditanya sekitar 28 pertanyaan seputar strategi Garuda selama kepemimpinan Emirsyah.

“(Diperiksa) terkait posisi saat itu dengan kasus ini yang membuat rencana strategi dari Garuda,” sebutnya.
Selain Elisa, KPK kemarin juga memeriksa mantan Vice President (VP) Treasury Mana­gement PT Garuda Indonesia pada 2005-2012 Albert Burhan dan Senior Manager Engine Management PT Garuda Indonesia Azwar Anas. Keduanya juga diperiksa untuk tersangka Emirsyah. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar),” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah.

Suap dengan jumlah sangat besar ke Emirsyah tersebut diduga digelontorkan Rolls-Royce kepada Emirsyah sebagai imbal jasa pengadaan mesin Trent 700 untuk armada pesawat Airbus dalam rentang 2005-2014 saat ia memimpin maskapai tersebut.

Uang suap diberikan dalam bentuk 1,2 juta euro dan US$180 ribu, serta barang senilai US$2 juta (setara Rp26,7 miliar) di Singapura dan Indonesia, termasuk mobil mewah Rolls-Royce Silver Spirit. (Nyu/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More