Jumat 03 Februari 2017, 08:25 WIB

Australia Kucuri Indonesia Dana Segar Tangkal Terorisme

Hde/Deo/P-1 | Politik dan Hukum
Australia Kucuri Indonesia Dana Segar Tangkal Terorisme

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto dan Jaksa Agung Australia George Brandis mengadakan petemuan bilateral. -- MI/Ramdani

 

PEMERINTAH Australia dan Indonesia menyatukan kekuatan dan bekerja sama untuk memotong keuangan teroris. Kemarin, badan-badan intelijen keuangan Australia dan Indonesia, Austrac dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), menandatangani kesepakatan dengan target pembiayaan kontraterorisme dan antipencucian uang.

Program Kemitraan PPATK-Austrac 2017 dibangun di atas kolaborasi selama tujuh tahun dan mencakup pendanaan senilai hampir AUS$500 ribu (sekitar Rp5,1 miliar) dari Departemen Luar Negeri Australia. Pendanaan antara lain menugasi spesialis informatika agar memperkuat sistem pelaporan dan analisis PPATK dan program pertukaran agar ahli PPATK dapat belajar langsung dari Austrac.

Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, kerja sama itu menunjukkan kedua negara serius menggelar upaya-upaya memutus mata rantai pendanaan aksi-aksi terorisme.

“Kita tahu, terorisme tidak akan bisa hidup kalau tidak didanai, dibiayai. Pada era sekarang ini, arus dana itu bisa datang dari negara mana saja, bukan hanya dari Australia,” ujar Wiranto dalam konferensi pers pertemuan The Third Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting on Law and Security, di Jakarta, kemarin.

Dikatakan Wiranto, pemerintah telah memiliki gambaran terkait negara-negara mana saja yang dijadikan titik sumber dana teroris­me. Namun, upaya memutus pendanaan terorisme butuh kerja sama internasional. “Kita akan bekerja sama dengan Australia untuk menutupnya,” ujarnya.

Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan menambahkan pencucian uang dan pendanaan terorisme merupakan tantangan di seluruh dunia. “Apakah itu aktor tunggal, serangan terkoordinasi, atau seorang pejuang asing, perbuatan tercela yang dilakukan tidak akan memungkinkan tanpa uang.”

Oleh sebab itu, penting bagi Asutralia untuk bekerja dengan mitra regional demi menegakkan langkah-langkah pencegahan yang kuat dan meningkatkan kolaborasi intelijen keuangan sebagai prioritas.

Dalam pertemuan kemarin, Wiranto sebagai ketua delegasi Indonesia didampingi Jaksa Agung HM Prasetyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, serta Menkum dan HAM Yasonna Laoly. Dari pihak Australia, Keenan hadir bersama Jaksa Agung George Brandis dan Menteri Urusan Keamanan Cyber Dan Tehan. (Hde/Deo/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More