Sabtu 21 Januari 2017, 16:42 WIB

Menghadirkan Listrik Tenaga Arus Laut di Indonesia

Gurit Ady Suryo | Teknologi
Menghadirkan Listrik Tenaga Arus Laut di Indonesia

PERKEMBANGAN teknologi pemanfaatan energi arus laut sebagai energi baru terbarukan makin berkembang pesat. Prinsip yang dikembangkan pada aplikasi teknologi pemanfaatan energi dari laut ialah melalui konversi tenaga kinetik massa air laut menjadi tenaga listrik. Tercatat beberapa negara telah berhasil menginstalasi pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan energi arus dan pasang surut. Mereka ialah Skotlandia, Swedia, Prancis, Norwegia, Inggris, Irlandia Utara, Australia, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Di Indonesia, Kecepatan arus pasang-surut di perairan pantai umumnya kurang dari 1,5 m/detik. Sementara itu, di selat-selat di antara Pulau Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur, kecepatannya bisa mencapai 2,5-3,4 m/detik. Pada dasarnya, arus laut merupakan gerakan horizontal massa air laut. Dari gerakan itu muncul energi kinetik yang dapat digunakan sebagai tenaga penggerak rotor atau turbin pembangkit listrik. Selain itu, arus laut menarik untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik karena sifatnya yang relatif stabil, periodik, dan dapat diprediksi, baik pola maupun karakteristiknya.

Pengembangan teknologi energi arus laut lazimnya dilakukan dengan mengadopsi prinsip teknologi energi angin, yaitu dengan mengubah energi kinetik arus laut menjadi energi listrik. Daya yang dihasilkan lebih besar daripada daya yang dihasilkan turbin angin karena massa jenis air laut hampir 800 kali massa jenis udara.

Menapaki NTT
PEMERINTAH Indonesia dan Belanda akan menjalin kerja sama membangun jembatan Pancasila-Palmerah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jembatan tersebut membentang 800 meter yang menghubungkan Flores dan Pulau Adonara. Jembatan tersebut akan dilengkapi dengan turbin. Teknisnya, turbin akan dipasang pada bawah jembatan dan bisa menghasilkan aliran listrik dengan memanfaatkan arus laut.

Potensi listrik arus laut di wilayah itu sebesar 300 Megawatt (Mw). Pemerintah berharap pada tahap awal, turbin tersebut dapat menghasilkan 30 Mw listrik. "Itu bertahap, kita uji coba dulu. Kebetulan kebutuhan di sana kira-kira itu. Sekarang keseluruhan NTT sudah ada 150 Mw," ujar Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, beberapa waktu lalu. Proses konstruksi diprediksi akan selesai pada 2018 dengan skema pendanaan yang masih dalam proses pembicaraan dengan kedua pihak.

Perusahaan Belanda berniat menggunakan 30% ekuitas perusahaaa, sedangkan sisanya berupa pinjaman lunak (soft loan). Proyek ini menjadi proyek pembangkit listrik perdana yang memanfaatkan arus laut di Indonesia. Jika pembangunan ini berhasil, NTT akan mempunyai cadangan listrik sebesar 40-45 Mw. Harapannya, itu bisa menopang pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. (Kementerian ESDM/BPPT/Antara/L-1)

Baca Juga

AFP/Olivier Douliery

CEO Zoom Akui Salah Langkah Soal Keamanan dan Privasi

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 09:35 WIB
Penggunaan Zoom mencapai 200 juta peserta rapat harian pada Maret, naik dari hanya 10 juta peserta rapat pada...
AFP/Olivier DOULIERY

Zoom Tambah Fitur Keamanan

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 13:45 WIB
Penggunaan Zoom meroket selama pandemi Covid-19 karena orang-orang beralih ke layanan konferensi video gratis untuk tetap terhubung...
AFP/Eric BARADAT

Skype Tawarkan Panggilan Video Tanpa Mendaftar

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 10:45 WIB
Memudahkan semua orang, Skype bahkan tidak mengharuskan tuan rumah obrolan video harus mendaftar dulu seperti kebanyakan aplikasi yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya