Sabtu 21 Januari 2017, 07:13 WIB

Kandidat Lontarkan Formula Perbaiki IPM Papua Barat

Maggie Nuansa Mahardika | Nusantara
Kandidat Lontarkan Formula Perbaiki IPM Papua Barat

MI/SUMARYANTO

 

TIGA pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat memiliki formulasi yang berbeda untuk mengatasi rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah itu.

Hal itu terungkap saat debat kandidat ketiga pasangan calon tersebut di studio Metro TV, tadi malam.

Ketiga pasangan calon yang mengikuti debat itu ialah Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani, Irene Manibuy-Abdullah Manaray, dan Stepanus Malak-Ali Hindom.

Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani diusung Partai NasDem, PDIP, PAN, dan PKPI.

Dominggus pernah menjadi Bupati Manokwari pada 2000-2010 dan penjabat Bupati Pegunungan Arfak (2013-2015).

Irene Manibuy yang merupakan Wakil Gubernur nonaktif Papua Barat yang berpasangan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdullah Manaray didukung Partai Hanura, PKS, PPP, dan PPP.

Adapun Bupati nonaktif Sorong Stepanus Malak maju berpasangan dengan birokrat dan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Ali Hindom, dengan diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Dominggus-Lakotani mengaku memiliki misi untuk menganggarkan 20% anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pendidikan, sesuai dengan amanat undang-undang.

Hal itu dilakukan karena pendidikan merupakan salah satu indikator IPM, selain kesehatan dan pendapatan.

"Sekarang anggaran di APBD untuk sektor pendidikan masih sangat rendah. Anggaran 20% harus menyentuh sampai bagian terpinggir Papua Barat. Juga dua aspek lainnya, kesehatan dan ekonomi, harus disentuh dengan anggaran APBD. Kami akan dorong penggunaan APBD 10% untuk pusat dan 90% kami salurkan ke pemerintah kota," ungkap Dominggus.

Pasangan Irene-Abdullah mengklaim telah membuat program dengan label 'Panca Cita Idaman' yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan hidup.

Selain itu, Irene mengatakan akan lebih memperhatikan masyarakat asli Papua yang cenderung terpinggirkan di tanah sendiri.

"Kami akan concern untuk memproteksi dan berpihak pada orang asli Papua seperti diamanatkan di UU Otonomi Khusus. Kami akan menciptakan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kultur orang Papua, terutama untuk mama-mama Papua," jelas Irene.

Kemiskinan di Papua Barat, menurut pasangan Stepanus-Ali Hindom, disebabkan lapangan kerja yang tidak merata serta rendahnya keterampilan masyarakat Papua Barat.

Karena itu, pasangan tersebut akan menggelar pelatihan keterampilan bagi masyarakat Papua.

"Karakter masyarakat Papua itu pekerja, bukan pedagang. Di bagian pendidikan dan kesehatan, kami akan usahakan akses gratis, sebagaimana di Sorong," ungkap Stepanus.

Pemekaran wilayah

Persoalan rencana pembentukan Provinsi Papua Barat Daya juga menjadi sorotan kandidat.

Irene mengakui Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi telah menyetujui pembentukan provinsi itu di akhir masa jabatannya meskipun pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran wilayah.

"Moratorium sewaktu-waktu akan dicabut, jadi kami harus bersiap dengan ini," ujarnya.

Stepanus menilai sebaiknya fokus kepada Papua Barat sebelum memikirkan pemekaran. (DG/AD/OL/DW/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More