Menambah 4.000 Kapal per Tahun

Penulis: Irwan Saputra Pada: Jumat, 06 Nov 2015, 00:00 WIB Ekonomi
Menambah 4.000 Kapal per Tahun

Antara

KEBUTUHAN akan kapal nelayan menjadi salah satu program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dengan menggandeng PT PAL Indonesia, KKP berupaya memenuhi kebutuhan kapal nelayan tersebut. Melalui proyek itu, KKP menggelontorkan dana sebesar Rp4 triliun per tahun dengan target 4.000 kapal per tahun. Proyek itu akan berlangsung hingga empat tahun mendatang. "Kalau sampai empat tahun lagi kan bisa sampai Rp16 triliun. Itu bisa menghasilkan sekitar 16 ribu kapal. Jumlah segitu bisa merevitalisasi kelautan dan perikanan kita," ujar Menteri KP Susi Pudjiastuti seusai penandatanganan MoU dengan PT PAL Indonesia di Jakarta, kemarin.

Menurut Direktur Utama PT PAL Indonesia Firmansyah Arifin, proyek yang didanai dengan APBN 2016 itu akan dimulai pada Januari mendatang. Saat ini program tersebut masih dalam tahap desain kapal, koordinasi dengan vendor, serta seleksi galangan yang ikut dalam proyek. "Proyek ini tidak hanya dikerjakan PT PAL saja, Yang ikut proyek dari Galangan BUMN dan swasta yang tergabung dengan Asosiasi Galangan Kapal Indonesia. Jadi bukan kita saja, PT PAL hanya jadi leader," jelasnya.

Mengenai target 4.000 kapal per tahun, Firmansyah mengaku hal itu akan sangat bergantung pada harga bahan baku pembuatan kapal yang mayoritas impor. "Meski KKP meminta 4.000 kapal per tahun, angka itu belum bisa ditentukan. Itu tergantung material yang up and down." Ia menjelaskan kapal yang akan dibuat dari jenis kapal tangkap, kapal angkut, serta kapal markas.

Turbin bawah laut
Pada kesempatan terpisah, Open Hydro, anak perusahaan Des Construction Navales Services (DCNS), bekerja sama dengan PT PAL Indonesia untuk membangun turbin bawah laut di Indonesia. Turbin itu merupakan alat pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga arus bawah laut untuk memutar baling-balingnya. "Kami sangat fokus dengan Indonesia mengingat posisi geografis Indonesia yang sangat mendukung berupa kepulauan dengan banyak selat dan diapit dua samudra sehingga memiliki tingkat arus yang kuat," terang Project Manager Open Hydro Michael Lewis seusai MoU dengan PT PAL Indonesia di Jakarta, kemarin.

Michael memaparkan nantinya setiap turbin akan memproduksi daya hingga 2 Mw. Dalam tujuh tahun ke depan, lanjut Michael, pihaknya akan terus mengembangkan jumlah turbinnya hingga berjumlah 300 Mw di seluruh Indonesia. Untuk itu, dirinya mengaku saat ini sedang dilakukan feasibility studies yang diharapkan selesai pada tahun ini.

Business Development Offshore Construction PT PAL Indonesia M Ischaq mengungkapkan pihaknya sudah kenal lama dengan teknologi energi arus tersebut dan pihaknya sudah siap untuk fasilitas ataupun teknologinya. "Ini mau dibangun di PT PAL sendiri di Surabaya dengan kapasitas enam bulan bisa jadi satu atau bisa juga lebih dari dua unit turbin, sebab fasilitas kita sudah sangat memadai."

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More