Layanan Paket Komplet

Penulis: Dzulfikri Putra Malawi Pada: Sabtu, 07 Nov 2015, 00:00 WIB Ekonomi
Layanan Paket Komplet

MI/M Irfan

PADA suatu siang menjelang sore di awal pekan lalu, Aria Baja, Renggo, Norman, dan Yudha Perdana bersama beberapa staf sibuk memperhatikan papan putih bertuliskan spidol merah yang dipenuhi tanggal dan nama event. Mereka sedang membahas jadwal selama November dari para artis yang bernaung di bawah perusahaan manajemen mereka yang bernama Lockermedia. Perusahaan itu memang milik Baja dan dua koleganya itu. Awalnya, Baja seorang diri merintis manajemen artis ini sejak 2009.

Setahun berjalan Norman bergabung, disusul Renggo yang turut andil membesarkannya pada 2012. Di tahun itu pula perusahaan ini diresmikan menjadi badan usaha PT Lockermedia Creativa. Baja yang mengawali karier di dunia manajemen artis bersama band Naif (2000-2007) mengaku lelah menjalani pekerjaan tersebut karena menguras energi dan perhatiannya. Ia pun pindah ke radio menjadi music director dengan harapan ada kesegaran baru dalam dunia kerjanya. Namun, keterlibatannya di radio dan banyak bersahabat dengan band-band indie dan tabungan relasi media yang telah dibangun sejak 2007 justru membawa dirinya kembali ke dalam dunia manajemen artis.

"Awalnya teman-teman band minta bantuin promosi. Dari yang awalnya tidak ada dana sampai mereka akhirnya tawarin ke saya minta berapa," kisahnya kepada Media Indonesia, saat berkunjung ke kantornya di bilangan Kebayoran Lama, awal pekan lalu. Merasa cukup mengumpulkan bekal jaringan media, akhirnya pada 2009 Baja membuat tim kerja yang kecil untuk membantu teman-teman musisi indie berpromosi dan memiliki manajemen yang baik. Lulusan IKJ jurusan manajemen seni pertunjukan 1994 itu akhirnya menamakan usahanya dengan Lockermedia karena memiliki filosofi kotak yang isinya banyak media.

Sejak saat itu pula ia memutuskan untuk mempekerjakan para mahasiswa atau rekan-rekan dunia hiburan yang ingin mencari tambahan dengan kerja paruh waktu bersamanya. "Kami open recruitment, menciptakan formula yang cocok untuk membuat lapangan pekerjaan dengan cara freelancer. Timnya jadi terbentuk organik, mengalir sendiri dengan karakter dan kesibukan mereka masing-masing. Setiap ada talent yang masuk ditangani oleh satu freelancer," ungkapnya.

Semangat independen
Para awak usaha itu bergerilya dan menjual langsung karya para artis mereka. Bagi Baja, ini merupakan cara yang paling ampuh untuk bertahan dalam industri musik Indonesia yang menurutnya saat ini sedang tidak bergairah. Hal itu pun berpengaruh kepada tarif jasa yang dikenakan untuk artis-artis yang ingin dipromosikan Lockermedia. Selain manajemen artis, peluang pun bertambah menjadi booking agent.

"Kecuali talent manajemen, mereka punya tarif rate-nya sendiri tapi tetap negotiable. Kisaran harga promosi bisa sampai Rp350 juta untuk satu artis, sedangkan untuk tarif manajemen artis Rp50 juta-Rp60 juta per bulan dan kisaran produksi musik bisa mencapai Rp80 juta untuk satu album," jelasnya. Lockermedia memberikan alternatif kepada artis yang ingin terjun ke publik sesuai dengan keinginan mereka (segmentasi pasar dan pendengarnya). Selain itu, mereka sering terlibat menjadi konsultan, menyarankan para artis dalam hal personal branding dan marketing.

"Kami selalu memberi tahu kepada klien harus memperhitungkan kemampuan kapasitas karya dan pengembangan diri serta modal yang dimiliki. Kami berusaha memberikan yang objektif. Kalau modalnya besar tapi karyanya tidak bagus, kami batasi promosinya. Makannya banyak yang nyaman karena kami perhatikan sedetail itu dan mereka akhirnya repeat order dan menjadi klien tetap kami," tambahnya. Sampai saat ini sederet artis besar seperti Anji dan Gading Marten juga rekaman di sana. Lalu ada juga Vidi Aldiano, Citra Scholastika, Dipa Barus, Danang Darto, Teza Sumendra, Intan Ayu, Ninda Felina, Osvaldo Nugroho, serta sederet musikus sidestream dan edgy pernah dipromosikan Lockermedia. Total 12 artis yang bernaung dalam manajemen artis ini.

Hadirnya media sosial dan beragam media lainnya sebagai sarana promosi, diakui Baja, membuat persaingan kian ketat. Namun, ia punya rasa percaya diri lantaran telah memetakan secara matang rivalitas tersebut. "Banyak manajemen artis bermunculan, kami bedakan platformnya dan bisnis modelnya. Lockermedia tidak seperti broker tapi tempatnya all package entertainment service. Perbedaannya dengan manajemen artis lainnya, kami dikenal hipster dan segmentasi kelas A karena artisnya bukan mainstream.

Kami memang mengembangkan sidestream dan yang tidak biasa. Terbukti pasarnya ada, Teza (Sumendra), misalnya, dia justru lebih sering konser di Belanda dan Prancis," jelas Baja. Teza merupakan penyanyi soul dan R&B, finalis jebolan sebuah ajang pencarian bakat pada 2006. Lantas, berapa pemasukan Lockermedia dari usahanya ini? Untuk sekadar gambaran, sepanjang 2009-2011 mereka mampu meraup Rp150 juta-Rp500 juta per bulan. Mulai tahun lalu itu meningkat menjadi Rp400 juta-Rp700 juta per bulan dan stabil hingga saat ini. Mereka pun mempekerjakan lima karyawan tetap dan delapan pekerja paruh waktu.

Mereka masing-masing bertanggung jawab kepada tiga lini bisnis, yaitu promotion and media service, talent management, dan music production. Datangnya Yudha Perdana, pria yang cukup senior di dunia radio, pada tahun ini juga membawa angin segar untuk membesarkan Lockermedia. Keputusannya hengkang dari perusahaan promotor ternama membuat Lockermedia memiliki lini bisnis baru, yaitu Locker Event. Event perdana yang baru saja mereka selenggarakan dan menuai kesuksesan ialah konser 20 tahun Glenn Fredly.

"Locker Event kemarin perdana membuat konser Glenn Fredly. Kami yang mengerjakan kontennya, produksinya Dyandra, karena kami bukan promotor," ungkap Baja. "Produksi musik kami lebur menjadi Lockeradio (streaming). Ada radio dan portal musik sendiri. Rencananya kami ingin mengembangkan menjadi Locker Group. Kami membuat konten, bukan perusahaan yang asal tampung berbagai artis. Saya berani klaim saat ini hanya Lockermedia satu-satunya perusahaan manajemen artis yang memiliki all package entertainment service," pungkasnya yakin.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More