Selasa 03 Januari 2017, 04:35 WIB

Jangan Panggil Saya Sir

(The Guardian/Nurul Fadillah) | Olahraga
Jangan Panggil Saya Sir

AFP PHOTO / KARIM JAAFAR

MUSIM kompetisi 2016 bisa disebut sebagai yang terbaik bagi Andy Murray. Sepanjang 2016, Murray memang tampil konsisten. Hasilnya, sembilan trofi juara bisa didapat petenis Inggris tersebut, termasuk gelar di Wimbledon dan medali emas Olimpiade Rio 2016. Puncak prestasi Murray tahun lalu ialah saat ia dinobatkan sebagai petenis peringkat pertama dunia, 7 November.

Murray merebut posisi itu dari petenis Serbia, Novak Djokovic. Prestasi yang ditorehkan sepanjang 2016 juga mendatangkan 'gelar' lain kepada Murray. Kerajaan Inggris akhir tahun lalu memberikan gelar kesatria kepada petenis berusia 29 tahun itu. Murray merupakan petenis kedua setelah Norman Brookes yang mendapat gelar yang sama pada 1939. Gelar bangsawan kali ini merupakan yang kedua buat Murray.

Saat menjadi meraih emas Olimpiade 2012 London, Murray juga mendapat gelar kebangsawanan order of the British empire (OBE). "Itu merupakan sebuah penghormatan besar dan merupakan pengakuan atas apa yang saya dapat dalam beberapa tahun belakangan. Itu juga menjadi modal saya dalam menghadapi 2017," jelas Murray. Dengan gelar yang diterimanya kali ini, Murray berhak menambahkan kata sir di depan namanya.

Namun, Murray mengatakan sama sekali tidak ingin melakukan itu. "Panggil saja saya Andy. Saya cukup senang dikenal sebagai Andy. Itu lebih terasa normal bagi saya," jelasnya. Gelar kebangsawanan itu memang menjadi sebuah pengakuan bagi Murray. Namun, tetap saja itu hanya sebuah gelar. Yang terpenting bagi Murray ialah setidaknya ia mempertahankan prestasi tahun lalu dan meningkatkannya pada tahun ini.

Hal itu diperlukan agar predikat petenis nomor satu dunia tidak berpindah ke petenis lain, terutama Djokovic. a, Djokovic masih akan menjadi saingan terberat bagi Murray. Kehilangan posisi pertama dipastikan akan menambah motivasi Djokovic untuk merebut kembali apa yang pernah ada dalam genggamannya.

"Terkait soal peringkat satu, Djokovic tetap menjadi ancaman terbesar bagi saya," jelas Murray. Peluang Murray untuk berjumpa pertama kali dengan Djokovic tahun ini ialah di Qatar Terbuka. Di turnamen pemanasan jelang Australia Terbuka 2017 itu, kedua petenis diprediksi akan bertemu di babak final.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More