Minggu 18 Desember 2016, 18:32 WIB

Bandara Maratua Siap Digunakan Februari 2017

Syahrul Karim | Nusantara
Bandara Maratua Siap Digunakan Februari 2017

Antara

 

SECARA fisik pembangunan Bandar Udara (Bandara) Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sudah mencapai 100%. Karenanya, bandara yang berkedudukan di pulau terluar Indonesia itu akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Februari 2017.

"Saat ini pembangunan Bandara Maratua sudah mencapai 100%, sehingga ditargetkan pada 2017 nanti Presiden Jokowi berkenan meresmikan bandara tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong, Minggu (18/12).

Kendati demikian, saat ini masih ada sejumlah yang masih dibenahi terutama pembangunan fasilitas solar cell (pembangkit listrik tenaga surya) untuk penerangan pelengkap fasilitas bandara sisi darat.

Adapun fasilitas utama baik sisi udara maupun sisi darat berupa runway (landasan pacu), tower (menara pengawas) serta terminal sudah selesai dan siap digunakan.

Saat ini, lanjut Salman, pihaknya intensif berkoordinasi dengan UPTB Bandara Kalimarau Berau untuk persiapan peresmian sekaligus pemanfaatan Bandara Maratua.

"Secara khusus Menteri Perhubungan (Menhub) sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Sekretariat Negara (Setneg) guna menyusun agenda peresmian oleh Presiden Jokowi," ujarnya.

Salman menjelaskan, panjang landasan pacu Bandara Maratua mencapai 1.600 meter ditambah panjang ruas pengaman runway 200 meter sehingga panjang mencapai 1.800 meter. Sedangkan kapasitas terminal bandara ini diestimasi mampu menampung 1.000 penumpang per hari.

"Dengan panjang keseluruhan mencapai 1.800 meter, maka bandara mampu didarati pesawat ATR berbadan lebar dengan kapasitas penumpang sekitar 72 orang," jelas Salman.

Ia menjelaskan, pembangunan Bandara Maratua di Kabupaten Berau berfungsi untuk pertahanan dan wisata. Apalagi, Maratua juga salah satu pulau terluar Indonesia di Provinsi Kaltim, sehingga keberadaannya dibutuhkan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga untuk mendukung pariwisata Indonesia.

Selama ini, kata dia, Kepulauan Derawan selalu ramai dikunjungi wisatawan baik Nusantara maupun mancanegara. Namun banyak wisatawan yang mengeluhkan lamanya perjalanan ke Pulau Derawan maupun Maratua, karena satu-satunya cara dengan menggunakan speedboat atau longboat.

"Selain alasan untuk menuntaskan transportasi di kawasan pinggiran, termasuk untuk memudahkan penempatan logistik angkatan perang TNI demi menjaga pulau terluar, juga memudahkan aksesibilitas wisatawan mengunjungi Kepulauan Maratua," ungkapnya.

Selama ini, tambahnya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di Maratuaa harus menempuh perjalanan selama tiga jam dengan jalur laut. Kondisi ini tentu tidak efektif dan terkadang ada speedboat yang tidak berani ke Maratua jika gelombang sedang tinggi.

"Kini setelah adanya bandara, maka pengunjung tidak harus menggunakan jalur laut untuk sampai ke Maratua dan bisa memanfaatkan jalur udara agar lebih cepat sampai," harap Salman. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:48 WIB
"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin...
Ilustrasi

Gubernur Sumut Minta Usut Preman yang Serang Satgas Covid-19

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 00:36 WIB
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi minta kepolisian untuk menindak para preman yang menyerang Satgas Covid-19 Mebidang saat menggelar...
ANTARA/Zabur Karuru.

Ada Pasar Burung dan Batu Akik di Bekas Lokalisasi Dolly

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 23:20 WIB
Sentra Pasar Burung dan Batu Akik luas 840 meter persegi yang diresmikan pada Rabu (21/10) merupakan usulan dari warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya