Jumat 02 Desember 2016, 02:15 WIB

2017,Apartemen Primadona Investasi Properti

(Ria/S-4) | Ekonomi
2017,Apartemen Primadona Investasi Properti

ANTARA FOTO/R. Rekotomo

 

MARAKNYA pembangunan infrastruktur di Jakarta dan sekitarnya berdampak positif bagi sektor properti pada 2017. Gairah properti juga ditopang kebijakan pemerintah yang probisnis dan ekspektasi tinggi dari program amnesti pajak. Respons pasar untuk apartemen yang pada 2015 hingga pertengahan 2016 lesu diperkirakan akan membaik pada 2017. "Pasar properti khususnya apartemen akan memasuki era siklus baru pada 2017, tumbuh secara gradual dan kembali menjadi ladang investasi yang prospektif," papar Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus di depan sejumlah konsumen dan investor properti dalam acara bertajuk Economy Outlook 2017, di Jakarta.

Faktor ekonomi makro seperti target pertumbuhan ekonomi di atas 5% juga dinilai ikut menggairahkan sektor properti. Lalu, kebijakan pemerintah yang probisnis terlihat dari penerbitan keputusan presiden (keppres) bagi kepemilikan properti asing yang berlaku universal. Secara keseluruhan, jumlah pasokan apartemen di Jakarta pada Semester I 2016 sekitar 6.000 unit. Jumlah tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan pertumbuhan properti pada periode yang sama di Singapura. Selama hampir satu dekade terakhir, pasar properti Indonesia mengalami pasang surut.

Anton mengingatkan untuk tidak menunda membeli apartemen sebelum harga melejit pada tahun depan. "Kenaikan atau turunnya harga properti dapat diprediksi, tiap tahun. Namun, di Indonesia belum ada sejarah harga properti anjlok untuk jangka waktu lama." Salah satu pemicu kenaikan harga ialah dibangunnya berbagai infrastruktur transportasi publik yang terintegrasi di kawasan tersebut.

"Properti-properti di sekitar atau dekat dengan mass rapid transit (MRT) atau light rail transit (LRT) punya potensi mengalami pertumbuhan harga yang luar biasa ke depannya. Kenaikan harga tanah dan properti rata-rata bisa 15%-20% per tahun dalam jangka panjang," kata Anton. Presiden Direktur Pikko Land Nio Yantony mengakui pembangunan infrastruktur memengaruhi kenaikan harga properti. Ia mencontohkan kawasan hunian vertikal dan komersial Signature Park Grande (SPG) di Cawang, Jakarta Timur. "Pembangunan infrastruktur, seperti penghubung Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) dan LRT yang direncanakan selesai pada 2018 pasti akan mengerek harga lahan dan properti yang kami bangun," ujarnya.

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Ini akibat Bank Syariah BUMN Digabungkan

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:25 WIB
Struktur pemegang saham tersebut berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta...
Antara/Sigid Kurniawan

RUPS Bank Mandiri Tunjuk Darmawan Junaidi Jadi Direktur Utama

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:16 WIB
RUPS LB juga menyetujui pengangkatan Rohan Hafas menjadi Direktur Hubungan Kelembagaan, dan Susana Indah Kris Indriati menjadi Direktur...
Dok. Polygon

Polygon Lengkapi Seri E-Bike Lewat Gili Velo

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:13 WIB
Polygon Bikes pun memiliki sejumlah lini sepeda yang masuk dalam e-bike, seperti Path E, Entiat E, dan Sage...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya