Kamis 17 November 2016, 04:45 WIB

APEC,Kolektivisme dan Interkoneksi yang Efektif

SV Lavrov | Opini
APEC,Kolektivisme dan Interkoneksi yang Efektif

AFP

PERTEMUAN Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasific (APEC) yang berlangsung di Lima, Peru, 19-20 November nanti, berlangsung dalam suasana turbulensi politik dan ekonomi dunia.

Proses yang berkelanjutan dari pengukuhan tatanan dunia baru yang polisentris, diiringi dengan pertumbuhan ketidakstabilan akibat peningkatan risiko karena terorisme dan ekstremisme, konflik regional, serta krisis migrasi.

Bahkan sedang berlangsung 'perang informasi' yang diarahkan untuk menghancurkan negara berdaulat.

Sebanyak 21 pemimpin negara peserta akan berkumpul untuk membahas tantangan ekonomi saat ini dalam tingkat global dan regional, serta mempersiapkan rencana masa depan.

Pertemuan para pemimpin negara tersebut dibayang-bayangi tujuan tidak mulia sekelompok negara, yang semakin sering menggunakan praktik sanksi sepihak di bidang perdagangan satu arah dan sanksi keuangan untuk mengelabui hak prerogatif Dewan Keamanan PBB.

Hal itu berdampak pada aktivitas investasi, pertumbuhan pendapatan per kapita di dunia, dan volume perdagangan internasional.

Pada wilayah Asia Pasifik, perwujudan dari tendensi negatif itu menjadi tidak terlalu kentara karena potensi teknologi dan keuangan yang kuat.

Rusia sebagai kekuatan di Eurasia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kawasan Asia Pasifik, yang berkepentingan untuk memastikan perwujudan perdamaian, kestabilan, dan kemakmuran di wilayah yang luas ini.

Diyakini, di dalam dunia yang berhubungan erat, terdapat kebutuhan untuk dapat menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan pembangunan berkesinambungan.

Hal tersebut dapat terwujud hanya melalui hubungan kerja sama dengan mempertimbangkan kepentingan semua negara.

Hal itu berlaku baik untuk bidang politik maupun ekonomi.

Di bidang politik dan keamanan, kami mendukung solusi untuk mengembangkan semacam 'kitab undang-undang atas perilaku yang dapat diterima' berdasarkan prinsip keamanan yang sama rata dan tidak terpisahkan.

Turut menjadi faktor 'pemanas' atas ketidakstabilan ekonomi global saat ini tentu saja ialah kurang tercapainya kemajuan dalam Putaran Doha (Doha Round) untuk negosiasi perdagangan multilateral.

Oleh karena itu, terjadi pergeseran dari pemerintahan global untuk pengaturan perdagangan regional, beberapa di antaranya mencakup aspek regulasi yang jauh melampaui agenda Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Karena itu, peran WTO sebagai organisasi tunggal, yang membentuk dan mengoordinasi aturan universal perdagangan internasional, dipertanyakan.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam penyelesaian tantangan utama KTT mendatang, terlihat jelas konfirmasi posisi dasar APEC atas peran mereka untuk melengkapi perjanjian perdagangan regional sehubungan dengan sistem perdagangan multilateral.

Hanya dengan cara inilah kita bisa mencapai pembangunan ekonomi dunia yang seimbang dan mencegah terjadinya fragmentasi dan destabilisasi.

Saat ini di wilayah APEC telah berlaku lebih dari 150 perjanjian perdagangan bebas bilateral dan multilateral.


Kerja sama konstruktif

Para anggota belum mencapai sebuah konsensus mengenai bentuk dan parameter optimal pengoperasian FTAAP.

Namun, hal itu memang diperlukan dengan memperhatikan perkembangan dalam ukuran yang sama tanpa terkecuali integrasi regional, termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN, Pacific Alliance, dan Uni Ekonomi Eurasia.

Jika dilihat dari berbagai sisi, diyakini bahwa hanya melalui kerja sama konstruktif dengan partner mereka didasari asas transparansi dan nondiskriminatif bisa menghindari risiko mendatangkan ketegangan dalam perdagangan global, dengan menggunakan best practice untuk pengaturannya.

Hal utama untuk merealisasikan tujuan tersebut dapat merujuk pada inisiatif Rusia pada kemitraan Eurasia yang komprehensif.

Pengimplementasiannya untuk menyelaraskan berbagai struktur integrasi Eurasia yang muncul dan memiliki berbagai macam tingkatan, menggabungkan potensi negara-negara Asia yang berkepentingan, dan ke depannya juga dengan Eropa.


Pengembangan potensi

Prioritas lain pada agenda regional, yaitu tugas memastikan pertumbuhan yang berkualitas sebagai standar baru untuk kemajuan global.

Dalam kerangka forum, hal tersebut dapat diselesaikan sejalan dengan pelaksanaan strategi APEC 2010 di bidang pembangunan yang telah memperoleh dukungan dari para pemimpinnya.

Dokumen tersebut berfokus pada pertumbuhan yang seimbang, berkesinambungan, inklusif, inovatif, dan aman.

Rusia kaya akan pengalaman dalam pengoperasian 'jaringan produksi global' (global value chain) secara andal, tanpa hambatan dan memiliki nilai ekonomis dalam pengoperasian rantai nilai global dan kompatibilitas dengan jaringan produksi dan distribusi.

Rusia merupakan pendukung utama untuk inovasi dalam semua bidang kehidupan, termasuk menawarkan konsep e-economy.

Negara kita mendukung upaya APEC mengembangkan potensi manusia.

Hal itu sebagai salah satu arah kerja sama untuk memperdalam interkonektivitas regional sebagai salah satu yang diprioritaskan. Kami berkeinginan melanjutkan kegiatan tahunan, yaitu konferensi APEC untuk kerja sama dalam bidang pendidikan tinggi yang berbasis di Universitas Federal Timur Jauh (DVFU) di Vladivostok.

Rusia bersungguh-sungguh berkeinginan memperdalam interkonektivitas regional dan bagian lain dari dimensi interpersonal, serta mendukung penuh revitalisasi, termasuk dengan memanfaatkan kemampuan transportasi negara kami ataupun pertukaran dalam wilayah ini di bidang pariwisata, olahraga, kepemudaan, kebudayaan, dan lainnya.

Kami juga mempersilakan forum untuk mempromosikan green business. Kami menganggap hal ini sebagai kontribusi penting untuk pelaksanaan Perjanjian Paris di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim.

Rusia juga sangat mendukung upaya untuk mempromosikan bisnis perempuan.

Tahun ini, dalam kerangka Forum APEC dengan tajuk Perempuan dan Ekonomi di Lima, diadakan kompetisi bagi pengusaha wanita dengan judul Business Efficiency and Success Target.

Satu tema lagi yang menjadi prioritas, yaitu ketahanan pangan. Kita berhak bangga bahwa pada 2012, untuk pertama kalinya diberikan perhatian lebih dalam agenda APEC.

Rusia memiliki kemampuan dan siap untuk berbagi dengan mitra akan potensi yang menonjol di dalam bidang ini.

Seperti yang Anda ketahui, meskipun menghadapi kesulitan objektif dan datang dari luar, negara kami tetap tegas di jalan pembangunan yang stabil, memimpin dengan pertumbuhan sekitar 3,5% per tahun.

Hal itu menunjukkan pertanian dalam negeri. Rusia hadir di pasar global bidang pertanian dalam posisi sejajar dengan produsen bidang pertanian.

Kami berharap peningkatan yang signifikan dalam pangsa pasar ekonomi APEC dalam keseluruhan volume perdagangan Rusia untuk produk pertanian dan bahan makanan.

Hal yang penting lainnya ialah agar kita tidak melemah terhadap perjuangan bersama melawan terorisme internasional.

Kami yakin bahwa forum dengan pengaruh ekonomi yang dimiliki harus mampu memberi kontribusi yang signifikan terhadap pemberantasan ancaman teroris, penindasan pembiayaan kelompok teroris, serta menghalangi aktivitas organisasi ekstremis.

Kami akan terus berperan aktif, bertindak sebagai mitra yang dapat diandalkan untuk memajukan proses kreatif di wilayah regional guna kemakmuran rakyat kita.

SV Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More