Sabtu 05 November 2016, 09:11 WIB

Menyingkap Peristirahatan Terakhir Yesus

Dhika Kusuma Winata | Teknologi
Menyingkap Peristirahatan Terakhir Yesus

Pakar pelestarian dari Yunani memperkuat Edicule di sekitar makam Yesus di Jerusalem, tempat tubuhnya diyakini diletakkan, Jumat (28/10). -- AFP Photo

"DENGKUL saya sedikit gemetar. Saya tak pernah menyangkanya," ujar Fredrik Hiebert. Arkeolog dari National Geographic Society itu berdecak kagum meyaksikan sebuah bagian marmer di Gereja Makam Kudus, Kota Tua Yerusalem, dibongkar. Sebuah lapisan material padat tersingkap.

Setelah penilikan awal itu, peneliti melanjutkan ekskavasi selama 60 jam tanpa jeda. Alhasil, lapisan batu kapur dengan pahatan salib ditemukan. Kesan pertama, tim konservasi dan peneliti belum yakin soal apa yang mereka temukan.

Namun, setelah satu per satu lapisan batu terungkap, mereka yakin telah sampai pada makam asli Yesus. Struktur itu diduga sebagai pembaringan terakhir Yesus Kristus. Sebagian porsi makam itu masih dalam kondisi baik, bahkan setelah berabad-abad. "Kita tidak bisa menjawabnya 100%. Tapi yang jelas, itu merupakan bukti nyata lokasi makam (Yesus) tidak bergeser," imbuh Hiebert.

Temuan yang disingkap pekan lalu itu buah pencarian panjang lokasi yang secara tradisi dipercayai sebagai peristirahatan asli Yesus. Lokasi itu berada di dalam sturktur bernama Edicule. Selama ini, para sejarawan berkeyakinan makam yang terletak di sebuah gua di dalam Edicule itu sudah rusak.

Namun, uji coba radar pada bagian dalam Edicule mengonfirmasi bahwa tembok-tembok tersebut masih kuat berdiri tegak. Tingginya sekitar 1,8 meter (6 kaki) dan terhubung dengan sebuah tempat pembaringan.

Selama beberapa hari sejak penggalian dimulai pada 26 Oktober lalu, peneliti melakukan dokumentasi dan pengambilan data secara besar-besaran. Kini, lokasi makam itu telah ditutup kembali dengan lapisan marmer dan mungkin tidak akan dibuka lagi. "Konservasi arsitektur itu untuk selamanya," kata kepala tim konservasi Antonia Moropoulou.

Pengujian ilmiah soal kebenaran lokasi makam itu masih perlu dilakukan. Menurut arkeolog Martin Biddle, cara untuk mengetahui apakah lokasi itu merupakan makam asli Yesus ialah dengan menganalisis seluruh data, terutama coretan-coretan di dinding (grafiti). "Permukaan batu harus diselisih dengan hati-hati untuk melacak grafiti dan inskripsi."

Restorasi
Arkeolog dan tim penggali dari National Technical University of Athens (NTUA) dan National Geographic Society tergabung dalam proyek restorasi Edicule di Gereja Kudus. Edicule ialah bangunan 'kamar' yang terletak persis di tengah-tengah gereja.

Menurut tradisi kristiani, jasad Yesus dibaringkan di 'ranjang pemakaman' di dalam gua batu setelah disalib. Ia diyakini bangkit dari kematian setelah tempat pembaringan itu ditemukan kosong tiga hari setelah kematiannya. Yesus sendiri diduga disalib pada 30-33 Masehi di usia 29 tahun.

Lokasi makam Yesus diidentifikasi pertama kalinya pada 326 Masehi oleh Helena, ibu dari Kaisar Romawi Konstantin. Makam lalu ditutup dengan batu marmer sejak 1555 M.

Gereja Makam Kudus sendiri berada di bawah enam otoritas, di antaranya Gereja Ortodoks Yunani, Gereja Katolik Roma, dan Gereja Ortodoks Armenia.

Edicule terakhir direkonstruksi pada 1808-1810 setelah hancur akibat kebakaran. Pada 1927 bangunan itu juga terdampak akibat gempa bumi. Konservasi yang saat ini dilakukan merupakan hasil dari negosiasi selama hampir 60 tahun. Baru pada tahun lalu, Patriark Gereja Ortodoks Yunani mengundang tim NTUA. Restorasi senilai US$4 juta itu disepakati pada Maret lalu dan ditargetkan rampung tahun depan.

Penyingkapan terbaru tersebut diharapkan mampu memberikan peluang bagi peneliti untuk mempelajarinya lebih lanjut. Tim tetap akan merestorasi bagian-bagian di dalam Edicule lainnya hingga lima bulan ke depan. (AP/National Geographic/The Guardian/L-1)

Baca Juga

AFP

Facebook dan Instagram Bakal Munculkan Notifikasi untuk Bermasker

👤Antara 🕔Jumat 03 Juli 2020, 19:59 WIB
Pengguna keduanya akan diarahkan ke situs Covid-19 Information Center, yang berafiliasi dengan Center for Disease Control and Prevention...
Unsplash/ Amu Baugess

Google Hadirkan Dinosaurus ke Dunia Nyata via AR

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Juli 2020, 13:15 WIB
Ketika mencari kata kunci "dinosaurus" atau "dinosaur" di mesin pencari Google Search, akan muncul hasil pencarian yang...
Antara/Raisan Al farisi

Bantu Pembelajaran Jarak Jauh, Gredu Rilis Fitur Baru

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 02 Juli 2020, 00:27 WIB
Chief Technology Gredu Mochammad Fachri mengatakan, fitur itu dikembangkan berdasarkan permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran jarak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya