Senin 31 Oktober 2016, 02:12 WIB

Melek Teknologi sejak Dini

Delly Ferdian | Opini
Melek Teknologi sejak Dini

AFP / NOEL CELIS

FAKTANYA, tidak ada yang mampu membendung derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan.

Salah satunya perkembangan dunia teknologi.

Semakin lama dunia akan semakin maju.

Pola pikir dan imajinasi masyarakat akan semakin liar.

Mungkin saja di masa depan, apa yang dibayangkan orang tentang adanya mobil terbang atau pintu ke mana saja seperti apa yang digambarkan film anak (Doraemon) dapat terwujud.

Namun, dewasa ini, masih banyak masyarakat yang belum melek teknologi.

Melek teknologi bukan berarti bahwa masyarakat sudah lihai menggunakan gawai, tapi melek teknologi harus diartikan sebagai kesadaran akan untung dan rugi yang didapatkan dari penggunaan gawai tersebut.

Lihat saja, kehadiran fim Pokemon GO yang sempat menghebohkan dunia malah membuat gaduh masyarakat kita di Tanah Air.

Masyarakat yang berpikir konservatif tentu lebih memilih menolak kedatangan gim tersebut karena dianggap memiliki dampak negatif yang besar terhadap anak, remaja, bahkan banyak orang dewasa. Walhasil, mereka lalai dalam segala aktivitas.

Namun, ada juga yang mampu menyulap tren tersebut menjadi lahan keuntungan, misalnya, banyak masyarakat malah mengadakan acara berburu Pokemon di tempat pariwisata, kafe milik pribadi, maupun tempat berbelanja.

Hasilnya, omzet penjualan pun meningkat tajam, tempat pariwisata ramai dikunjungi, itulah yang disebut Pokemonomic (Keuntungan ekonomi dari gim Pokemon GO).

Contoh tersebut nyata bahwa gawai memiliki keuntungan tersendiri jika mampu dimanfaatkan dengan baik.

Dunia yang terbentang luas kini mampu kita genggam. Informasi apapun dapat diakses melalui internet, bahkan peluang e-commerce (pasar digital) di Indonesia sangat besar.

Masyarakat harus bijak memanfaatkannya. Edukasi melek teknologi harus menjadi agenda prioritas sehingga mampu turut serta menopang pembangunan.

Sejatinya, apa pun yang digunakan secara berlebih itu buruk.

Sama halnya bermain Pokemon GO secara berlebihan.

Bayangkan saja, karena asyik bermain Pokemon GO, ada seorang pemuda yang tewas karena tertabrak kendaraan bermotor yang sedang melintas.

Teknologi akan menimbulkan kecanduan. Tentu jika dimanfaatkan dengan baik ketergantungan terhadap teknologi akan berdampak positif.

Masyarakat kita tidak bisa melarang anak-anak untuk menggunakan gawai, tapi ajarilah mereka sisi positif dan negatif gawai itu.

Karena itu, kesadaran akan teknologi harus dimulai sejak dini.

Teknologi bukan hanya sarana hiburan semata, melainkan sarana membuka jendela pengetahuan.

Delly Ferdian
Presedium Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial-Politik Indonesia (Ilmispi)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More