Jumat 28 Oktober 2016, 06:47 WIB

Pertahanan dan Keamanan di Natuna Diperkuat

Pertahanan dan Keamanan di Natuna Diperkuat

ANTARA/M N Kanwa

 

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya terus memperkuat pertahanan dan keamanan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Pasalnya, Natuna merupakan pintu terdepan wilayah perairan bangsa ini.

"Pertahanan di Natuna untuk antisipasi dampak konflik yang terjadi di Laut China Selatan, juga mencegah terjadinya pencurian ikan. Ini pos paling depan. Pintu negara terdepan," ujarnya pada konferensi pers dua tahun pemerintahan Jokowi-JK di Bina Graha, kemarin (Kamis, 27/10).

Menurut Ryamirzard, dengan memperkuat pengamanan di Natuna, tidak mudah pihak luar untuk keluar-masuk wilayah Indonesia.

Saat ini landasan di Natuna sudah bisa digunakan oleh pesawat tempur. Landasan tersebut sudah diperlebar 45 meter. "Artinya kalau dalam keadaan genting, dua pesawat bisa langsung meluncur," jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan Natuna juga harus diamankan oleh meriam penangkis udara, penempatan Paskhas, flight pesawat, pemasangan radar baru dan drone juga disiapkan. "Dengan demikian, apa yang terjadi di Laut China Selatan bisa dilihat di Jakarta."

Selain itu, adanya pengamanan juga akan meminimalisasi pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia. Pasalnya, akan ada patroli di sekitar perairan tersebut.

"Kalau sekarang dia mikir karena di situ ada kapal yang besar, ada kapal patroli, marinir, apalagi kalau ada drone, nanti kelihatan ada yang masuk, ya kejar saja.

Ia juga menekankan bahwa program bela negara di Natuna harus lebih ditingkatkan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga perairan Indonesia.

"Bela negara harus plus di sana, kalau di sini bagaimana berpikiran melawan paham-paham tidak jelas itu, di sana juga. Kemudian, kalau terjadi perang, itu tidak takut, untuk itu bela negaranya agak semimiliter."

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menambahkan pengelolaan di Natuna dilakukan secara terpadu. Urusan pemerintahan daerah ditangani oleh Kemendagri, sedangkan untuk pembangunan alutsista, menjadi kewenangan Kemenhan dan TNI.

Tjahjo mengakui Natuna memang wilayah yang rawan lantaran semua negara punya kepentingan terhadap wilayah itu. Untuk itu, percepatan pembangunan infrastruktur pun terus dilakukan.(Nur/P-2)

Baca Juga

Antara

Ini 4 Poin Klarifikasi Said Didu ke Luhut. Tidak Ada Minta Maaf

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 21:35 WIB
Bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi (Bpk Luhut B Pandjaitan) lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan investasi yang mungkin merupakan...
MI/Susanto

MER-C Minta Mantan Menkes Dibebaskan untuk Bantu Atasi Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 21:25 WIB
MER-C berharap seluruh sumber daya manusia unggul yang memiliki keahlian di bidang kesehatan yang dimiliki Indonesia bisa diberdayakan...
MI/IMMANUEL ANTONIUS

Said Didu: Saya Tidak Akan Minta Maaf, Memang Faktanya Begitu

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 07 April 2020, 21:07 WIB
Pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya