Kamis 27 Oktober 2016, 06:47 WIB

KPK Sebut Irman Janji Hubungi Kajati Sumbar

Cah/P-3 | Politik dan Hukum
KPK Sebut Irman Janji Hubungi Kajati Sumbar

Jaksa Farizal diperiksa kembali. -- MI/M. Irfan

 

MANTAN Ketua DPD Irman Gusman menjanjikan membantu menyelesaikan kasus yang tengah membelit Xaveriandy Sutanto di Sumatra Barat. Irman disebut bakal menghubungi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat guna membicarakan kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh KPK dalam jawaban atas gugatan pra­peradilan Irman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Janji itu bermula dari pertemuan Irman dan istri Sutanto, Memi.

Pada Juli 2016, Memi menemui Irman di rumah dinas Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan. Memi bercerita soal kasus yang tengah menjerat suaminya di Kejati Sumbar. Irman lalu menelepon Sutanto menggunakan telepon seluler milik Memi. “Pemohon (Irman Gusman) berjanji akan menghubungi Kepala Kejati Sumbar,” kata anggota Biro Hukum KPK Indra Mantong Batti di PN Jaksel, kemarin.

KPK juga menyatakan ada komunikasi antara Memi dan suaminya Xaveriandy Sutanto. Memi menyampaikan kepada suaminya bahwa Irman bisa membantu menghubungi Kajati Sumbar. “Termohon mendapatkan informasi dan komunikasi antara Xaveriandy Sutanto, Memi, dan pemohon (Irman Gusman),” jelas Indra.

Salah satu pengacara Irman Gusman, Razman Arif Nasution, mengaku ditelepon penyidik KPK bahwa berkas perkara Irman segera dilimpahkan ke tahap penuntutan karena sudah P21 (lengkap). “Klien kami akan segera P21 katanya. Padahal, sedang praperadilan. Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Razman di hadapan hakim tunggal praperadilan Irman, I Wayan Karya.

Sesaat sebelum sidang praperadilan ditutup, Razman pun meminta hakim Wayan mengeluarkan ketetapan tidak ada pelimpahan berkas sebelum sidang praperadilan rampung. “Kami mohon yang mulia kasih ketetapan tidak ada P21 oleh KPK,” pinta Razman. Wayan belum bisa mengetukkan palu soal permintaan tersebut. Ia mengaku bakal mencatat dan mempertimbangkan permintaan pihak Irman tersebut.

Seusai persidangan, Razman mengatakan Irman tidak mengenal sosok yang bernama Xaveriandy Sutanto serta Willy. Irman hanya menge­nal Memi sebagai konstituen di Sumbar. Pada malam kejadian--saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT), kata dia, Memi mendesak untuk bertemu Irman karena besok pagi akan kembali ke Padang. Karena didesak, Irman memberi waktu kepada Memi untuk menemuinya di rumah dinas. Dalam pertemuan itu, Memi ditenami seorang lelaki yang belakangan diketahui bernama Xaveriandy Sutanto yang merupakan suami Memi.

Mereka, kata Razman, berbicara sebentar dengan Irman tentang rencana bisnis gula di Sumbar dan sebagai anggota DPD dari dapil Sumbar, Irman bersedia mendengarkan tanpa menjanjikan apa pun. (Cah/P-3)

Baca Juga

Antara/Mohammad Ayudha

Bawaslu : Kampanye Hari Kedua Pilkada 2020 Masih Kondusif

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 27 September 2020, 21:24 WIB
"Belum ada temuan dan laporan kejadian menonjol," ujar...
DOK BPIP

BPIP Beri Advokasi Positif untuk Pegiat Kampung di Lumajang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 September 2020, 21:04 WIB
Salah satu tradisi dan budaya yang diangkat oleh kampung tematik ini adalah tradisi gotong royong dan kerja sama antar pegiat...
Antara

Pengamat: Tunda Pilkada Serentak atau Ubah Cara Pilih

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 September 2020, 19:45 WIB
DESAKAN penundaaan Pilkada Serentak 2020 masih terus bergulir setelah 2 organisasi besar keagamaan yaitu NU dan Muhammadiyah kompak meminta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya