Jumat 21 Oktober 2016, 03:10 WIB

Peminat Wisata Syariah Lombok Naik

(YR/MS/N-4) | Nusantara
Peminat Wisata Syariah Lombok Naik

Mi/Yusuf Riaman

 

PEMINAT wisata syariah asal Iran yang berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, meningkat hingga 50%. Selain mengunjungi pusat kerajinan tenun, mereka menyempatkan diri menginap di Gili Trawangan. "Mereka tertarik dengan wisata alam dan ingin rileks, seperti 13 wisatawan Iran yang datang kali ini. Setelah ini kita berharap akan menyusul gelombang wisatawan berikutnya," ujar Baiq Prida Intan Novita, anggota KBRI Teheran, di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis (20/10).

Hingga September 2016, tercatat sudah 6.300 dari 7.700 warga Iran yang datang ke Indonesia dengan visa kunjungan, selebihnya tujuan berbisnis. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu, hanya 4.200 dari 5.100 orang. Jumlah penduduk Iran saat ini sekitar 80 juta dan mayoritas muslim. Mereka kerap menikmati waktu libur ketika memasuki tahun baru Iran yang jatuh pada Maret dan April, atau waktu libur di September dan Oktober.

Menurut Baiq, selama ini wisatawan Iran cenderung berkunjung ke Bangladesh dan Turki. Namun, karena situasi yang kurang mendukung, mereka menggeser lokasi kunjungan ke Bali dan Lombok. Kepala Seksi Analisis Pasar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Abdul Haris, mengatakan, selain berkunjung ke sejumlah objek wisata seperti Sade, sentra kerajinan tenun Desa Sukarara, wisatawan diagendakan bertemu dengan Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi.

"Mereka akan berada di Lombok sekitar empat hingga lima hari," sahutnya. Karena terkenal sebagai 'Pulau Seribu Masjid', reputasi Pulau Lombok sebagai destinasi wisata halal sudah mendapat pengakuan dari dunia, antara lain melalui perolehan dua penghargaan dalam World Halal Summit di Abu Dhabi, beberapa waktu lalu.

Pada gelaran itu, Lombok dianugerahi predikat world best halal tourism destination dan world best halal honeymoon Destination. Sementara itu, Festival Pesona Pariwisata Raja Ampat kembali digelar untuk kali ke-6 dengan sejumlah agenda seperti lomba kuliner, lomba tarian daerah, lomba foto bawah laut, dan lomba foto jurnalistik.

"Untuk mempromosikan ke dunia luar," ucap Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi di saat membuka Festival Pesona Pariwisata Raja Ampat di pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kamis (20/10). Ia mengatakan, warga Raja Ampat jauh dari modernisasi. Tetapi, justru itu yang membuat pariwisata alamnya yang masih asli terjaga hingga kini. "Itulah daya tariknya."

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More